Kumpulan Berita
Data neraca pangan menunjukkan posisi surplus untuk komoditas strategis nasional, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, dan cabai.
Presiden Prabowo Subianto yang mewanti-wanti ketersediaan pangan nasional di tengah eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Pemerintah menyampaikan bahwa pasokan dan harga bahan pangan pokok masih terpantau stabil menjelang pertengahan Ramadan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis harga dan pasokan pangan dapat tetap terjaga hingga Idulfitri.
Satgas Saber Pelanggaran Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan dalam sepekan berlangsungnya momen Ramadhan 2026. Hasil pemantauan menunjukkan harga relatif terkendali tanpa gejolak berarti di berbagai daerah.
Harga pangan nasional terpantau mengalami kenaikan sepekan berlangsungnya Ramadhan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) oleh Bank Indonesia pada Jumat (27/2/2026) pukul 9.30 WIB, mayoritas komoditas strategis mengalami lonjakan harga.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga cabai rawit merah yang sebelumnya berfluktuasi kini mulai menunjukkan tren penurunan. Perbaikan cuaca dan meningkatnya aktivitas panen di sejumlah sentra produksi menjadi faktor utama melandainya harga komoditas tersebut.
Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah daerah selama Ramadan guna memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi daging sapi, daging ayam, serta telur ayam ras tetap terjaga hingga menjelang Idulfitri.
Pendekatan ini mengedepankan pemanfaatan lahan tidur, efisiensi sumber daya air, pengelolaan limbah