Kumpulan Berita
Jumlah investor domestik telah menembus angka psikologis 20,36 juta orang pada akhir Desember 2025.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan pembenahan kualitas emiten sebagai prioritas utama dalam peta jalan pasar modal tahun 2026. Fokus utama otoritas kini tertuju pada penyempurnaan kebijakan saham publik atau free float, termasuk rencana penerapan skema continuous free float guna memastikan likuiditas pasar yang lebih sehat.
Sektor perbankan resmi menjadi kontributor terbesar dalam pembagian keuntungan atau dividen kepada para investor Rp80,3 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di tahun 2026 mendatang. Hal itu seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap positif, stabilitas makroekonomi, serta membaiknya likuiditas di sistem keuangan.
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono, menekankan bahwa peningkatan kualitas emiten dan penguatan tata kelola menjadi prioritas utama. Menurutnya program AEI akan terus berfokus pada tiga pilar utama, yakni tata kelola, transparansi perusahaan, dan keberlanjutan yang tercakup dalam prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Kepala Department Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Novira Indrianingrum mengatakan bahwa kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif di sepanjang 2025.
Danantara Indonesia memastikan tidak hanya akan bermain di pasar investasi domestik, tetapi juga mulai membidik peluang di pasar saham global.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 19,3 juta hingga Oktober 2025