Kumpulan Berita
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan pembenahan kualitas emiten sebagai prioritas utama dalam peta jalan pasar modal tahun 2026. Fokus utama otoritas kini tertuju pada penyempurnaan kebijakan saham publik atau free float, termasuk rencana penerapan skema continuous free float guna memastikan likuiditas pasar yang lebih sehat.
Sektor perbankan resmi menjadi kontributor terbesar dalam pembagian keuntungan atau dividen kepada para investor Rp80,3 triliun.
Jumlah investor pasar modal naik menjadi 20 juta, tepatnya mencapai 20.042.365 single investor identification (SID).
Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Armand Wahyudi Hartono, menekankan bahwa peningkatan kualitas emiten dan penguatan tata kelola menjadi prioritas utama. Menurutnya program AEI akan terus berfokus pada tiga pilar utama, yakni tata kelola, transparansi perusahaan, dan keberlanjutan yang tercakup dalam prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Kepala Department Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Novira Indrianingrum mengatakan bahwa kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif di sepanjang 2025.
Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan capaian kuat pasar modal menjelang akhir 2025 dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 19,3 juta hingga Oktober 2025
Masyarakat diminta memahami agar keputusan investasi didasari prinsip legal dan logis.