Kumpulan Berita
IHSG perlahan bangkit di sesi I ke level 7.770 setelah sempat tertekan. Aksi beli saham big cap menjadi pendorong utama. Sektor kesehatan dan industri jadi penopang indeks, sementara keuangan dan transportasi jadi pemberat.
Di tengah anjloknya IHSG, Menko Airlangga Hartarto meyakinkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025, PMI manufaktur, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan surplus menjadi indikatornya.
IHSG mengalami penurunan signifikan di awal September 2025, anjlok 2,69% ke level 7.620. Pelemahan ini dipicu oleh koreksi di hampir semua sektor. Simak analisis mendalam dan dampaknya bagi investor.
IHSG diprediksi melemah di awal September 2025 akibat demo mahasiswa dan pekerja. Sentimen global juga mempengaruhi. Analis rekomendasikan saham ANTM, HRTA, SIDO. Investor perlu cermati level support 7.700-7.800.
IHSG diprediksi tertekan akibat sentimen negatif demo. Analis menilai pasar modal sensitif terhadap stabilitas dan meminta pemerintah memberikan komunikasi yang jelas untuk menenangkan pasar. Investor disarankan mengambil posisi defensif.
IHSG anjlok 1,5% di tengah aksi demo. BEI menegaskan fundamental pasar modal domestik masih kuat dan koreksi hanya bersifat teknikal. Investor diminta tetap rasional.
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) anjlok 2,27% ke level 7.771 pada sesi I perdagangan hari ini. Sebagian besar sektor terkoreksi, dipimpin oleh energi dan konsumer. Transaksi mencapai Rp13,2 triliun. Investor waspada!
MNC Sekuritas luncurkan MotionTrade Lite, aplikasi investasi saham yang ringan dan mudah diakses untuk pemula. Dilengkapi fitur edukasi dan notifikasi pasar, tersedia di PlayStore dan AppStore.