Kumpulan Berita
Campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak-anak di Indonesia.
Penyakit Campak sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami anak-anak. Namun kenyataannya, orang dewasa juga bisa terinfeksi virus ini, terutama jika belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan perkembangan terkini situasi campak nasional dan global. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah masih ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah Indonesia.
Orang tua diminta waspada dengan wabah virus Nipah yang mematikan. Pasalnya, virus Nipah bisa menyerang siapa saja, tak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak.
Kementerian Kesehatan mengingatkan warga terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mewaspadai meningkatnya risiko penyakit menular di lokasi pengungsian.
Dinkes DKI Jakarta mengingatkan pentingnya pencegahan penyakit campak sejak dari rumah. Berbagai upaya dan langkah cepat pun telah dilakukan agar kasus tersebut tidak meluas.
Menteri Kesehatan menyatakan campak lebih menular dari COVID-19, dengan tingkat penularan 18 kali lipat. Vaksinasi adalah kunci pencegahan. Pemerintah melakukan imunisasi massal untuk mengatasi wabah campak dan melawan hoaks terkait vaksin.
Wabah campak di Sumenep ditetapkan sebagai KLB dengan 2.035 kasus. Kenali gejala campak (demam, batuk, ruam), penyebab (rendahnya imunisasi), dan penanganan (ORI) untuk melindungi anak dan mencegah penyebaran.