Kumpulan Berita
Harga minyak mentah dunia naik 3 persen pada perdagangan Senin (13/7/2026). Harga minyak meroket dipicu perang Amerika Serikat (AS)-Iran kembali memanas.
Serangan udara Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran kembali memakan korban jiwa. Media lokal melaporkan seorang anggota militer Iran tewas dalam serangan yang menyasar Pelabuhan Jask.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone. Teheran dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas AS di berbagai negara bagian kawasan Teluk pada Minggu (12/7/2026), sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Trump mengklaim USS Abraham Lincoln dihujan 111 rudal yang semuanya berhasil ditangkis.
Dalam seruan tersebut, Majelis Ulama menyebut Trump sebagai "kriminal" dan Netanyahu sebagai "pemimpin rezim zionis yang jahat".
Iran dan AS telah bertukar serangan menyusul dihantamnya kapal tanker berbendera Singapura pada Kamis, 25 Juni.
Delegasi Iran akan berangkat ke Swiss untuk menuntut agar Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian sementara tersebut. Negosiasi ini memungkinkan perang bakal berakhir.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghalibaf menyebut MoU tersebut sebagai bukti bahwa AS telah menyerah.