Kumpulan Berita
Pertama, pasca Bung Karno, Josep Boz Tito, Nehru dan Gamal Abdul Nasser, juga, Fidel Castro, tokoh serius yang berani melawan Amerika "hanya" Ayatullah Ali Khamenei. Sejatinya publik internasional banyak yang simpatik pada Iran. Ali Khamenei memenuhi dan mengisi hajat publik internasional tidak sekedar tandingan (counterculture), melainkan bagaimana bersikap "humanizing the face of enemy" (memanusiakan musuh).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup. Hal itu dilontarkan dalam sebuah wawancara dengan NBC News seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (28/2/2026).
Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, menyatakan telah mengevakuasi 94 orang dari Iran. Namun, personel mereka tetap bertahan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.
Menteri Pertahanan (Menhan) Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour, dikabarkan tewas dalam serangkaian serangan yang dilancarkan Israel.
Uni Emirat Arab (UEA) mengecam dan mengutuk keras serangan rudal Iran yang menargetkan wilayah UEA serta sejumlah negara sahabat di kawasan. UEA menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional serta pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pesan bernada tegas dan menantang melalui media sosial resminya terkait situasi ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyayangkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto pun disebut siap untuk memediasi negara yang berkonflik.
Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Israel untuk melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Negara tersebut berselisih sejak Revolusi Islam 1979.