Kumpulan Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran diperkirakan akan memakan waktu hingga empat minggu.
Pertama, pasca Bung Karno, Josep Boz Tito, Nehru dan Gamal Abdul Nasser, juga, Fidel Castro, tokoh serius yang berani melawan Amerika "hanya" Ayatullah Ali Khamenei. Sejatinya publik internasional banyak yang simpatik pada Iran. Ali Khamenei memenuhi dan mengisi hajat publik internasional tidak sekedar tandingan (counterculture), melainkan bagaimana bersikap "humanizing the face of enemy" (memanusiakan musuh).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan, stok pangan di Ibu Kota dalam kondisi aman di tengah situasi perang Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran. Pramono mengatakan pihaknya terus memantau situasi geopolitik yang berpotensi memengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas.
Calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, diminta untuk aktif memantau status penerbangan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei masih hidup. Hal itu dilontarkan dalam sebuah wawancara dengan NBC News seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (28/2/2026).
Perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, menyatakan telah mengevakuasi 94 orang dari Iran. Namun, personel mereka tetap bertahan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr.
Menteri Pertahanan (Menhan) Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour, dikabarkan tewas dalam serangkaian serangan yang dilancarkan Israel.
Uni Emirat Arab (UEA) mengecam dan mengutuk keras serangan rudal Iran yang menargetkan wilayah UEA serta sejumlah negara sahabat di kawasan. UEA menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional serta pelanggaran jelas terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).