Kumpulan Berita
Menteri ESDM capai 4 kesepakatan dengan SPBU swasta (BP-AKR, Shell, VIVO, Exxon) untuk atasi kelangkaan BBM. Penambahan pasokan lewat Pertamina, skema joint surveyor, transparansi harga, dan implementasi cepat jadi kunci.
Pertamina akan fokus pada bisnis migas dan EBT, serta merestrukturisasi portofolio dengan melepas sejumlah anak usaha non-inti seperti layanan kesehatan, hospitality, dan asuransi. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah di ekosistem BUMN energi.
Hasan Nasbi diangkat menjadi Komisaris Pertamina. Berdasarkan LHKPN, total kekayaannya mencapai Rp41,3 miliar, terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan mewah, dan kas. Berikut rincian lengkapnya.
SPBU swasta sepakat membeli base fuel (bahan bakar murni) dari Pertamina melalui skema impor baru. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan akan tiba dalam 7 hari, tanpa mengganggu stok BBM Pertamina. Surveyor akan dilibatkan untuk menjaga kualitas.
Presiden Prabowo Subianto instruksikan Pertamina jaga harga BBM stabil meski SPBU swasta beli dari mereka. Pertamina jamin keterbukaan bisnis, tak cari untung, dan jaga kualitas BBM.
Bahlil Lahadalia menyatakan, SPBU swasta seperti Shell, Vivo, BP dan Exxon Mobil setuju untuk membeli BBM dari PT Pertamina (Persero) dengan syarat.
Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih kompetitif dengan SPBU swasta seperti Shell, Vivo dan BP.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kebijakan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia tidak dilakukan melalui satu pintu.