Kumpulan Berita
Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren merupakan kebutuhan mendesak agar pesantren memiliki ruang kelembagaan yang sebanding dengan peran historis
Pratikno menyebut lahirnya Ditjen Pesantren sebagai babak baru yang menunjukkan penghargaan negara atas peran historis pesantren sebagai pusat pembinaan moral.
Kepala Subdirektorat Pendidikan Al-Qur?? an Ditjen Pendis Kemenag, Aziz Syafiuddin, mengungkapkan, bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren,
Dia menegaskan, dukungan negara terhadap pesantren bukan sekadar bantuan, tetapi tanggung jawab konstitusional.
Semua aktivitas ini membantu santri menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman.
Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, KH. Ma?? ruf Amin mengatakan bahwa peran santri dalam sejarah bangsa bukan hanya sebagai penjaga moral dan spiritual, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan, keadilan, dan kemakmuran nasional.
Ustaz Yusuf Mansur kembali viral setelah potongan video ceramahnya beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok @de.dhi, Yusuf Mansur menantang para jemaah untuk menjual rumah dan mobil mereka agar bisa fokus menghafal Al-Qur?? an di pesantren miliknya.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengungkapkan 67 santri meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami cacat seumur hidup akibat ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.