Kumpulan Berita
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta publik menghentikan spekulasi terkait kelangkaan bahan baku plastik di dalam negeri.
Pemerintah mulai memetakan strategi untuk mengamankan pasokan plastik kemasan pangan nasional yang terancam akibat krisis bahan baku global. Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya ketegangan di Iran, telah mengganggu ketersediaan nafta sebagai bahan baku utama plastik yang berasal dari minyak bumi.
Kenaikan harga plastik turut berdampak pada harga pangan pokok strategis, termasuk beras dan juga gula. Hal ini seperti diungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa.
Tanpa disadari, makanan yang dikonsumsi sehari-hari bisa mengandung bahan kimia dari plastik seperti PFAS dan BPA.
Saat ini Indonesia masih dalam proses negosiasi dengan pihak di masing-masing negara tersebut.
Naiknya harga plastik akibat perang sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Sektor UMKM pun ikut terdampak dan memutar otak guna menyiasati hal tersebut.
Pemerintah sedang menyiapkan strategi komprehensif untuk menghadapi lonjakan harga plastik yang berdampak langsung pada keberlangsungan bisnis pengusaha UMKM
Viral di media sosial, seorang pedagang menggunakan daun sebagai wadah atau pembungkus minuman imbas mahalnya harga plastik akibat kondisi global di Timur Tengah.