Kumpulan Berita
Polusi udara selama ini lebih sering dikaitkan dengan gangguan pernapasan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut sumber polusi di Jakarta tak hanya berasal dari Ibu Kota. Ia menyinggung wilayah penyangga yang ikut berkontribusi memperburuk udara di Jakarta.
PLTU Suralaya di Banten dinilai menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta. Hanya saja dampak tersebut harus dibuktikan secara kajian alamiah.
Buruknya kualitas udara di Jakarta dinilai tidak bisa diatasi hanya dengan kebijakan jangka pendek. Perbaikan kondisi tersebut membutuhkan percepatan transisi energi serta peningkatan investasi pada pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.
Kualitas udara Jakarta pada Minggu 3 Mei 2026 kemarin dilaporkan menjadi yang terburuk di dunia berdasarkan informasi melalui laman IQAir. Merespons hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan menangani persoalan tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan, pentingnya pengendalian pencemaran udara. Upaya yang dilakukan harus terukur, berbasis data, serta melibatkan kolaborasi antardaerah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) baru, untuk menggantikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Polusi udara dan asap rokok mengancam kesehatan anak-anak, menyebabkan masalah pertumbuhan, gangguan belajar, hingga risiko autisme dan ADHD. Perlu upaya pencegahan dari individu, masyarakat, dan pemerintah.