Kumpulan Berita
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Senin (6/10/2025) pukul 22.45 WIB, sebanyak 17 korban meninggal dunia akibat ambruknya mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil teridentifikasi.
Jumlah korban ambruknya bangunan mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah.
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali mengusulkan agar pemerintah membentuk lembaga untuk mengawasi serta melakukan sertifikasi di setiap bangunan.
Menko PM Muhaimin Iskandar segera menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa dan memperbaiki kekuatan struktur bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) di Indonesia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa insiden runtuhnya bangunan pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, termasuk dalam kategori bencana kegagalan teknologi.
Bangunan yang ambruk tersebut diketahui merupakan musala utama yang masih dalam proses pembangunan.
Dugaan pencabulan terhadap tujuh santri di sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar, Kaltim, mengundang reaksi keras dari berbagai pihak.
Revitalisasi pesantren adalah upaya memperbarui peran dan fungsi pesantren dalam menghadapi tantangan zaman.