Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan Rp508,2 triliun untuk bansos di RAPBN 2026, lebih tinggi dari era Jokowi. Anggaran ini mencakup PKH, Kartu Sembako, BLT Desa, subsidi energi, dan lainnya. Fokus pada peningkatan akurasi data dan sinergi program.
Kadin siap berkolaborasi dengan Danantara untuk meningkatkan investasi
Kadin menilai asumsi makroekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 cukup realistis
Pemerintah mengalokasikan Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026, menargetkan 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat dan kualitas SDM.
Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan IKN. Anggaran Rp6,3 triliun dialokasikan untuk 2026. DPR memastikan IKN terus dibangun melalui skema KPBU dan investasi swasta. Jangan khawatir, IKN tidak akan mangkrak karena amanat undang-undang.
Presiden Prabowo Subianto hapus tantiem dan pangkas jumlah direksi & komisaris BUMN. Langkah ini bertujuan efisiensi anggaran, perbaikan tata kelola, dan hindari akal-akalan. Komisaris bisa kantongi Rp40 miliar setahun hanya dengan rapat sekali sebulan.
Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh peserta upacara yang telah mengikuti rangkaian Upacara mulai pengibaran Bendera Merah Putih hingga penurunan di momen HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta hari ini.
Presiden Prabowo menargetkan APBN tanpa defisit pada 2027. Ekonom INDEF dan Universitas Andalas menekankan reformasi perpajakan, revitalisasi PNBP, transfer ke daerah berbasis kinerja, dan pembiayaan inovatif untuk mencapai target tersebut. Tantangan utama adalah menjaga APBN sebagai instrumen pembangunan yang adil dan berkelanjutan.