Kumpulan Berita
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyampaikan duka cita mendalam, atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tergabung, dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Muhtar yang pernah menjadi pasukan di bawah pimpinan Prabowo Subianto masih ingat salah satu instruksi komandannya tersebut.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan langkah-langkah cadangan terkait misi perdamaian di Lebanon. Hal ini menyusul gugurnya tiga prajurit TNI, dalam insiden ledakan kendaraan.
TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.
Dalam percakapan tersebut, Sugiono juga mengapresiasi ungkapan duka cita Guterres serta kesiapan PBB untuk berkoordinasi erat dengan Indonesia dalam menyelidiki insiden tersebut.
Dave juga menyinggung langkah Pemerintahan Italia yang akan menarik pasukan perdamaian dari Lebanon. Menurutnya, Indonesia perlu mengikuti langkah tersebut.
Prajurit tersebut gugur ketika menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengungkapkan bahwa Praka Marinir Zaenal Mutaqim mengalami tabrakan di udara saat proses pembukaan parasut (opening parachute). Insiden itu terjadi dalam rangkaian kegiatan HUT ke-80 TNI.