Kumpulan Berita
Sebagian besar korban luka-luka adalah polisi.
Protes ini pecah menyusul demonstrasi serupa di Indonesia dan Nepal.
Boluarte menggambarkannya sebagai "manuver politik yang tercela".
Massa memprotes undang-undang agen asing yang dinilai otoriter.
Yang kedua memiliki pisau dan pistol, dan yang ketiga memblokir lalu lintas dan menyebabkan "teror".
Seorang pria yang dituduh mengambil bagian dalam kerusuhan anti-pemerintah dipenggal kepalanya pada Selasa (15/6).