Kumpulan Berita
Analisis BMKG, 91S berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumatera.
Berdasarkan hasil pemantauan satelit, awan hujan akibat siklon tersebut memiliki cakupan 200??"300 km, meliputi pegunungan, perbukitan, hingga dataran rendah.
Kepala BMKG mengungkap, ada beberapa fenomena atmosfer yang aktif.
Pemerintah Sri Lanka telah meminta bantuan internasional untuk menangani bencana ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pergerakan Siklon Tropis Senyar yang memicu terjadinya cuaca ekstrem. Bahkan, menimbulkan banjir dan longsor di Sumatera.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan pemicu cuaca ekstrem di Sumatera Utara (Sumut) pada 25 November 2025 disebabkan siklon tropis.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga gelombang laut tinggi akibat Siklon Tropis Fina dan dua Bibit Siklon Tropis.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta menganalisis Bibit Siklon Tropis 97S telah menunjukkan akselerasi pertumbuhan signifikan dan meningkat statusnya menjadi Siklon Tropis FINA mulai 19 November 2025 pukul 01.00 WIB.