Kumpulan Berita
Tanggal 1 Juni menjadi salah satu momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu, 1 Juni 1945, Presiden Soekarno menyampaikan pidato di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai.
Hal tersebut membuatnya gagal memfokuskan arah tembakan. Sanusi pun divonis mati atas upaya pembunuhan yang dilakukan terhadap Soekarno.
Prabowo berkata, nilai hormat terhadap sesama itu juga diajarkan oleh para kyai dan para orang tua. Menurutnya, hal Itu merupakan budaya Indonesia.
Hatta tidak menampik topik melepas masa lajang karena Bung Karno menyatakan siap menjadi Emak Comblang melamarkan gadis pujaan hatinya.
Pemerintahan kolonial, karesidenan Ende, sama sekali tidak mau mengulurkan tangan untuk memberinya bantuan perawatan. Bahkan, setelah meninggal dunia pun, jenazahnya dilarang dikubur di dalam kota.
Ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam atau romusha saat zaman pendudukan Jepang.
Dalam penuturannya kepada Cindy Adams di buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, ia membeberkan sejumlah peristiwa percobaan pembunuhan atas dirinya.
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan menilai hanya ada dua presiden Republik Indonesia yang benar-benar memiliki ideologi kuat dalam perjalanan sejarah bangsa, yakni Soekarno dan Prabowo Subianto.