Kumpulan Berita
Masturbasi masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos seputar kesehatan reproduksi pria.
Anggapan bahwa sperma atau air mani yang lebih kental menandakan tingkat kesuburan pria lebih tinggi masih banyak dipercaya masyarakat.
Paparan cairan sperma ke area mata ternyata tidak bisa dianggap sepele. Selain memicu iritasi, kondisi tersebut juga berisiko menyebabkan infeksi serius, terutama jika salah satu pasangan memiliki infeksi menular seksual.
Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah sperma bergerak cepat seperti perenang profesional bahkan atlet Olimpiade untuk mencapai sel telur.
Diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan organ reproduksi pria.
Jumlah cairan sperma yang keluar saat ejakulasi ternyata bisa menjadi salah satu indikator kesehatan organ reproduksi pria.