Kumpulan Berita
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melaporkan progres megaproyek ke Presiden Prabowo Subianto saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Diantaranya mengenai Giant Sea Wall atau Tanggul Laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa hingga jaringan Kereta Api nasional.
Proyek Giant Sea Wall juga mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto
AHY mengatakan, pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa berfungsi melindungi wilayah pesisir Jawa bagian utara dari ancaman banjir rob.
AHY mengungkapkan, potensi ekonomi yang hilang jika proyek tanggul laut tidak dibangun mencapai USD368 miliar atau setara Rp6.396 triliun.
Pemerintah memastikan relokasi yang dilakukan dalam proyek tersebut tidak menurunkan kesejahteraan nelayan
Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa.
Proyek Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura) diproyeksikan menelan anggaran hingga USD80??"100 miliar. Hal ini dengan skema pembiayaan yang mengombinasikan APBN dan dukungan investor dalam maupun luar negeri. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menegaskan proyek strategis ini tengah memasuki tahap penyusunan master plan dan pendalaman kajian guna melindungi sekitar 17??"20 juta penduduk serta aset nasional bernilai ratusan miliar dolar dari ancaman banjir rob dan penurunan permukaan tanah.
BOPPJ mengungkapkan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantura diproyeksikan menelan anggaran hingga USD 100 miliar