Kumpulan Berita
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai isu sosial dan kebijakan pemerintah.
Dalam insiden tersebut, seorang ajudan pejabat negara dilaporkan mengalami luka akibat lemparan benda keras dari massa.
Kericuhan mewarnai forum diskusi "Kopdar Bareng Mas Dar" yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin 15 Juni 2026 malam. Acara yang menghadirkan sejumlah pejabat negara itu terhenti setelah sekelompok mahasiswa mendatangi panggung dan memaksa forum dihentikan.
Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersilakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, untuk membuat laporan resmi terkait temuan perangkat yang diduga sebagai alat pelacak pada mobil yang ditumpanginya usai mengikuti aksi Gejayan.
Diskusi itu awalnya berjalan lancar, dan membahas kebijakan pemerintah tentang satu pintu dalam ekspor bahan mineral dan program pengentesan kemiskinan lainnya.
Sudaryono menegaskan kehadiran dirinya bersama dua pejabat lainnya di UGM bertujuan untuk membuka ruang dialog dengan kalangan kampus secara demokratis.
PTUN Jakarta menggelar sidang gugatan yang dilayangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) atas putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang mewajibkan UGM membuka dokumen ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada publik, Kamis (4/6/2026). Sidang yang beragendakan penyerahan bukti tersebut diwarnai penyerahan tumpukan dokumen dari kedua belah pihak.
Perwakilan Gerakan Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi), Syamsuddin Alimsyah, menyebut gugatan Universitas Gadjah Mada (UGM) ke PTUN atas putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang mewajibkan UGM membuka dokumen ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk publik merupakan langkah yang salah alamat.