Kumpulan Berita
Pola pergeseran beban utang dari sektor swasta ke sektor publik menjadi indikator bahwa perekonomian domestik tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah
Meningkatnya utang luar negeri (ULN) Indonesia menjadi sorotan seiring dengan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesinambungan fiskal nasional.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD439,8 miliar atau setara Rp7.784,4 triliun pada April 2026.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.675,3 triliun (kurs Rp17.668 per USD) pada kuartal I-2026.
Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik lagi menjadi USD437,9 miliar atau setara Rp7.499 triliun (kurs Rp17.125 per USD) pada Februari 2026.
Posisi ULN Indonesia tercatat sebesar USD434,7 miliar, atau secara tahunan tumbuh 1,7 persen (year-on-year/yoy).
Penyebabnya adalah aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor
ULN Indonesia pada triwulan IV-2025 tercatat sebesar USD431,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan III-2025