Kumpulan Berita
Pengusaha Rusia itu mengklaim mengalami kerugian besar sakibat penamaan varian Omicron oleh WHO.
Penyebaran varian Omicron kini menjadi perhatian serius di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda
Kepala ilmuwan WHO mengatakan varian omicron bisa saja menjadi lebih dominan dibanding varian delta.
Varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika selatan bulan lalu dan dijuluki sebagai varian yang mengkhawatirkan oleh WHO.
Sebagian besar kasus varian Omicron sebetulnya adalah kasus ringan atau bahkan tak menunjukkan gejala sama sekali.
WHO mengatakan, disiplin protokol kesehatan adalah langkah mudah namun efektif guna mencegah penularan varian terbaru virus ini.
Menanggapi hal tersebut, Badan PBB mendesak agar mempercepat vaksinasi untuk kelompok prioritas resiko tinggi.
Data awal menunjukkan bahwa ada peningkatan tingkat rawat inap di Afrika Selatan.