Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Membedakan Batuk Biasa dan Gejala Corona

Karina Asta Widara , Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 620 2193422 cara-membedakan-batuk-kering-gejala-corona-dan-batuk-biasa-MRlt2uKT4s.jpg

Pandemi COVID-19 masih belum mereda. Tidak hanya di Indonesia saja bahkan di seluruh dunia jutaan orang dipaksa untuk terus menerapkan phsycal distancing untuk mencegah penyebaran corona.

Mungkin Anda semua sudah memahami gejala COVID-19 dimulai dengan sakit ringan seperti flu. Namun, satu gejala yang sebenarnya dapat membantu Anda membedakan apakah itu hanya flu atau virus corona adalah adanya batuk kering.

Ya, perbedaannya tergantung pada jenis batuk apa yang Anda rasakan. Nah, supaya tidak bingung, berikut adalah cara mudah mengenali batuk kering dan bedanya dengan batuk basah?

(Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Awal Korona COVID-19, Tak Selalu Harus Batuk dan Pilek Loh)

Dilansir dari laman LiftetimeofIndia.com, batuk adalah tindakan defensif alami tubuh untuk mengeluarkan iritasi seperti lendir dan alergi. Hampir 60% dari kasus positif COVID-19 melaporkan batuk kering sebagai gejala yang paling bisa dilihat.

(Baca Juga : Ngos-ngosan Saat Berhubungan Intim, Bisa Jadi Tanda Penyakit Paru-Paru)

Dengan statistik seperti itu, wajar bagi orang untuk khawatir segera setelah mereka mulai batuk. Namun, ada perbedaan antara keduanya.

Batuk kering adalah batuk yang tidak memunculkan lendir dan sering kali disebut sebagai batuk yang tidak produktif. Yang Anda rasakan mungkin terasa seperti rasa geli di belakang tenggorokan yang memicu refleks batuk kemudian menyebabkan batuk. Dibandingkan dengan batuk kering, batuk basah biasanya mendorong lendir keluar dari sistem pernapasan Anda, termasuk hidung atau tenggorokan.

(Baca Juga : 7 Pantangan Saat Batuk yang Harus Anda Hindari)

Batuk basah terdengar basah karena tubuh benar-benar mendorong keluar lendir dan Anda mungkin merasa ada sesuatu yang tersangkut di belakang tenggorokan. Dalam beberapa kasus, penderita juga biasanya merasakan gejala lain seperti pilek, tetesan postnasal atau kelelahan.

Dikutip dari Timesofindia, Dr Ravindra Nallagonda, Konsultan Senior Obat Perawatan Kritis Paru-paru, Rumah Sakit Utama Aster di India mengatakan dalam banyak kasus, batuk basah mungkin disertai dengan produksi nanah (dahak) atau darah, sedangkan batuk kering ditandai oleh nol produksi dahak.

Batuk kering terjadi karena ada peradangan atau iritasi pada saluran pernapasan Anda. Biasanya, tenggorokan dan paru-paru dapat meradang karena infeksi bakteri atau virus, ketegangan fisik atau kondisi lingkungan. Batuk kering menghasilkan semacam 'suara'. Orang-orang mungkin merasakan atau mengalami rasa geli atau serak di belakang tenggorokan mereka yang juga dapat memicu refleks batuk.

(Baca Juga : COVID-19 Ancam Vaper, FDA Didesak Larang Rokok Elektronik)

Perlu juga dicatat bahwa walaupun batuk kering telah dinyatakan sebagai gejala utama infeksi coronavirus, seringkali batuk ini bisa disebabkan oleh alergi, sinusitis, asma, tonsilitis atau paparan iritan yang menonjol seperti debu atau asap.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Batuk?

Jika menderita batuk kering dan mencurigai adanya infeksi corona, Anda harus waspada terhadap gejala lain seperti demam tinggi yang berkelanjutan, kehilangan selera makan atau bau, sesak napas dan masalah pencernaan seperti diare.

(Baca Juga : 3 Bahan Alami untuk Obati Batuk Kering)

Sementara itu, yang juga bisa Anda lakukan adalah dengan minum obat untuk meredakan batuk. Batuk kering juga bisa disembuhkan dengan uap air ,obat batuk dan konsumsi minuman herbal atau ada juga obat alami yang tersedia untuk meredakan batuk kering.

Berkumur dengan air garam, bersama madu dan jahe bisa membantu. Jika batuk terus-menerus, Anda juga dapat menggunakan bantal yang ditinggikan saat tidur, yang dapat membantu mengurangi dan meredakan iritasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini