Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hasil Penelitian Ilmiah, Baca Al-Qur'an Bisa Jadi Obat Banyak Penyakit

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 620 2196729 hasil-penelitian-ilmiah-baca-al-qur-an-bisa-jadi-obat-banyak-penyakit-ZoPOFPxlZZ.jpg

Di tengah wabah virus corona banyak orang yang merasa stres, sedih, gelisah bahkan sakit. Namun tahukah Anda bahwa membaca dan mendengarkan Alquran bisa jadi obatnya.

Menurut sebuah studi ilmiah Efek Terapi Membaca Alquran: Sebuah Studi Ilmiah yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat membuktikan bahwa perubahan fisiologis terjadi pada sistem saraf otak dari sampel pasien yang mendengarkan pembacaan Al-Qur’an ketika sedang dipantau oleh sistem yang sangat canggih di klinik yang terletak di Panama City, Florida.

Studi ini melakukan 120 eksperimen pada lima relawan dari dua jenis kelamin, kelompok usia yang berbeda, yang non-muslim dan tidak mengerti Bahasa Arab. Percobaan yang dilakukan melibatkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an bersama dengan teks Arab biasa.

(Baca Juga : Baca Alquran Bisa Diniatkan untuk Menghindari Virus Corona)

Menurut Every Muslim, para objek percobaan tidak bisa membedakan antara bacaan Al-Qur’an dan teks Arab biasa. Namun percobaan yang dilakukan oleh Dr Ahmed Al-Qadhi membuktikan bahwa ada 97 persen efek positif pada subjek percobaan yang mendengarkan bacaan dari Al-Qur’an dibandingkan dengan yang hanya mendengarkan teks Arab biasa. Ini membuktikan bahwa mendengarkan Al-Qur’an bisa menjadi obat.

(Baca Juga : Arab Saudi Gelar Lomba Baca Alquran dan Azan, Hadiahnya Rp25 Miliar)

Sementara itu, dilansir dari situs Research Gate, Dr Ahmed Al-Qadhi berhasil membuktikan bahwa mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun tidak, dapat merasakan perubahan psikologis yang sangat besar.

Para objek penelitian yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an mengalami penurunan depresi, penurunan kesedihan, meningkatnya ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit. Ini merupakan dampak yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.

Penelitian Dr Ahmed Al-Qadhi ditunjang dengan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi detak jantung, ketahanan otot, tekanan darah, juga ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

Dari hasil percobaannya disimpulkan bawah bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 persen dapat melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Sejatinya, penemuan Dr Ahmed Al-Qadhi ini bukan satu-satunya. Penemuan yang sama juga dilakukan oleh peneliti lainnya. Yakni penemuan yang dilakukan oleh Muhammad Salim yang dipublikasikan oleh Universitas Boston.

Baik Dr Ahmed Al-Qadhi dan Muhammad Salim membuktikan bahwa membaca Al-Qur’an dengan bersuara bisa menimbulkan vibrasi yang mampu membikin sel-sel yang rusak di tubuh manusia jadi sembuh dan bisa bekerja dengan baik.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Isra Ayat 82,

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Artinya: Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

(Baca Juga : Sehari Bareng Gus Dur, Wartawan Ini Alami Tiga Keanehan)

Oleh karena itu, bagi orang-orang yang sedang merasa stres, gelisah, cemas, menderita bahkan sakit, alangkah baiknya kita isi hari-hari work from home (WFH) kita dengan banyak membaca dan mendengarkan Al-Qur’an di tengah pandemi corona ini. Sebab Al-Qur’an selain kitab suci juga merupakan obat bagi kita, baik penyakit hati maupun penyakit badan. Selamat mencoba!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini