Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cek Fakta, Jangan Keluar Rumah 3 Hari Kedepan Ada Angin Bawa Penyakit

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 01:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 620 2196996 cek-fakta-jangan-keluar-rumah-3-hari-kedepan-ada-angin-bawa-penyakit-IaKio3k6Ul.jpg

Pesan singkat berisi peringatan untuk tidak keluar rumah selama tiga hari ke depan lantaran akan ada angin utara menuju selatan yang membawa wabah penyakit beredar luar di WhatsApp. Beberapa orang percaya begitu saja informasi ini.

“Kenapa kita dianjurkan untuk makai masker di tgl 10-12 April 2020. URGENT Sbg informasi dari Bpk Dir-1...Bhw 3 hari kedepan diusahakan seluruh anggota keluarga masing2 di Rmh...utk tdk keluar rmh, walau hanya utk berjemur, klu tdk sgt terpaksa. Krn dlm 3 hari kedepan Arus angin dari Utara ke arah Selatan yg membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australian.. Tolong diinformasikan kpd teman2 yg tdk ada di grup ini... Terimakasih...” demikian informasi yang beredar di WhatsApp group.

Menanggapi isu tersebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofsika (BMKG) menegaskan bahwa informasi tersebut hoax.

“Informasi yang menyatakan akan ada angin utara menuju selatan membawa wabah penyakit, hal tersebut dapat dipastikan bukan berasal dari BMKG dan isi informasi tersebut hoax serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Plt Deputi Bidang Meteorologi Drs. Herizal, M.Si di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

(Baca Juga : Pemerintah Temukan 474 Isu Hoax COVID-19)

BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia), bahkan di beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia kini sudah mulai berhembus angin dari timur - selatan (dari Benua Australia).

Ihwal informasi palsu alias hoax yang masih banyak berseliwiran di tengah wabah corona, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat ada lebih dari 1.000 hoax terkait COVID-19 tersebar di platform digital. Selain itu, ada 474 isu hoax secara kumulatif dan tersebar di lebih dari 1.000 sebaran platform digital.

(Baca Juga : Alasan Ilmiah Orang Indonesia Gampang Sebar Berita Hoax)

Karena itu, Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk memastikan informasi yang dipahami dan dibagikan kepada orang lain berasal dari sumber yang benar.

"Bila perlu informasi yang benar tentang COVID-19 atau tentang apa pun, portal resmi sudah diterbitkan, yaitu covid19.go.id," kata Yuri dalam konferensi pers daring “Update COVID-19”, Kamis (9/4/2020) di Graha BNPB, Jakarta.

(Baca Juga : Hoax Kesehatan di Indonesia Sudah Lebih Berbahaya dari Penyakitnya)

Selain portal covid19.go.id, Yuri mengatakan masyarakat juga bisa mencari informasi melalui hotline 119 extension 9, WhatsApp melalui 081133399000, atau melalui Halo Kemkes 1500567.

Sementara bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini tentang cuaca, gempa serta kejadian alam lain, BMKG membuka layanan informasi, yaitu melalui: http://www.bmkg.go.id; follow @infobmkg; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini