Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhatan Orangtua Jalani WFH Sambil Urus Anak Selama Pandemi Corona

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 620 2206841 curhatan-orangtua-jalani-wfh-sambil-urus-anak-selama-pandemi-corona-u07ZOz7u3Q.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Selama pandemi virus Corona COVID-19, masyarakat diimbau bekerja dan beribadah di rumah. Begitu pun dengan anak-anak yang harus belajar dari rumah.

Hal ini tentu menjadi tantangan bagi banyak perempuan yang berkarier di luar rumah sebelum pandemi COVID-19. Kini, mereka selain harus work from home (WFH), juga berperan sebagai ibu mengurus anak dan suami di rumah.

Seperti cerita Lulus Fatmawati, seorang guru di SD Bakti Mulya 400 Pondok Indah. Saat ini Lulus mengajar secara online dari rumah, selain itu dia juga berperan sebagai istri dan ibu dua anak. Dia mengaku, hari-hari yang dijalankan selama WFH campur aduk kerjaannya.

"Pertama pagi-pagi saya harus mengurus anak-anak dan suami, memasak dan menyiapkan makanan untuk mereka, selain itu juga beres-beres rumah," ungkapnya kepada Okezone melalui WhatsApp.

WFH Urus Anak

Selanjutnya, Lulus harus berperan sebagai guru untuk anak-anak muridnya. Dia harus tetap mengajar dengan membuka kelas online.

"Selanjutnya, pukul 7.30 pagi saya sudah harus membuka kelas online dan harus mengajar untuk siswa/siswi saya sampai pukul 12.00 siang. Belum lagi tugas anak sekolah juga tentunya harus dengan bimbingan orangtua," tuturnya.

"Jadi, saya baru bisa mendampingi anak saya mengerjakan tugas sekolah setelah tutup kelas online," sambungnya.

(Baca Juga : Stres Urus Anak saat WFH, Coba 5 Tips Ini)

Meski biasa mengajar sebagai guru, Lulus tetap merasa repot ketika harus mengajar anaknya sendiri dalam mengerjakan tugas. Terlebih, tugas-tugas anak harus dikumpulkan di hari yang sama.

"Repot, apalagi kalau dia moody tidak mau ngerjain, mau tidak mau harus ngerayu. Tugas sekolah anak juga harus dikirimkan di hari yang sama. Jadi kadang kalau aku tidak sempat ngajarin Ghea (anak pertama), aku nemenin saat malam," cerita Lulus.

WFH Urus Anak

Sebenarnya Lulus mempunyai asisten rumah tangga (ART), tetapi tidak full time di rumah. ART-nya datang jam 8 pagi pulang jam 11 siang. Setelah itu balik lagi sore jam 13 sampai jam 17. Meski cukup membantu, tetap saja anaknya ingin didampingi ibu dan ayahnya.

"Karena bagaimanapun anak-anak kalau ada ayah bundanya, tetep mau sama ayah bundanya walaupun dibujuk-bujuk sama mba ART," ujarnya.

(Baca Juga : 5 Cara Ciptakan Dapur Sehat agar Betah Memasak)

Sempat ART tidak masuk 2 minggu karena sakit. Tugas Lulus pun bertambah berat. "Waktu itu, ART tidak masuk 2 minggu karena sakit MasyaAllah. Jadi bagi-bagi tugas, ayahnya nyapu-ngepel, aku masak, memandikan anak, dan ngajarin anak pertama. Ditambah lagi setrikaan sudah 2 gunung. Belum lagi 24 jam aku harus respon orangtua murid yang WA bertanya tugas dan laporan tugas di hari yang sama," tuturnya.

Karenanya, Lulus bersyukur dia dan suami selalu dapat bekerjasama selama WFH. Selama WFH inipun dia mengambil hikmah Ramadhan saat pandemi corona.

"Selama bulan Ramadhan ini, justru harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan sahur dan setelah itu memulai WFH kembali. Selama WFH ini kami ambil hikmahnya, saya jadi lebih dekat dengan anak-anak dan keluarga. Semoga pandemi corona ini segera berlalu dan kita bisa menjalankan aktivitas normal seperti sedia kala. Amiin ya Allah," pungkasnya.

WFH irit ongkos tapi....

Cerita lain datang dari seorang jurnalis perempuan ibu kota, Kurnia. Menurutnya WFH enak, irit ongkos, tidak perlu keluar rumah. "Di rumah ngurus anak dan suami ya pusing sih, tapi emang kewajiban malah bisa dekat sama suami dan anak. Meski kadang suami ngeluh bosan makanan rumah, ya kami cari solusinya. Kemarin masak tumis udang buncis meski sederhana tapi dipuji-puji, jadi lebih kreatif lagi masak, enggak berat tapi bikin suami senang," ungkapnya.

WFH

Namun, Kurnia mengakui WFH membuat dirinya menjadi kerja tidak kenal waktu. Belum lagi harus mengurus anak yang masih balita. "Terus kalau urusan anak yang penting dia sudah mandi dan kenyang makan. Beruntung, anak saya gampang makan. Meski kadang pusing banget lihat tingkahnya, untung enggak rewel enggak minta keluar," tuturnya.

Namun, Kurnia berusaha bersyukur menjalani WFH di masa pandemi corona. Lebih dekat dengan keluarga, meski rumah jadi sering berantakan.

"Ya dinikmati saja selama WFH, bonding ayah ke anak jadi dekat, begitupun ibu ke anak, meski kadang ngomel-ngomelin mereka berdua yang bikin rumah berantakan. Tapi tampaknya mereka sudah kebal dengar omelan saya," tulis Kurnia menutup chat WhatsApp.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini