DALAM 10 hari terakhir Bulan Ramadhan, umat Mulim akan diberkahi dengan satu malam yang sangat istimewa, yaitu malam Lailatul Qadar. Hanya saja tidak ada seorang pun yang tahu kapan pastinya malam itu tiba.
Terlepas dari waktunya, bertemu malam Lailatul Qadar sangat diharapkan karena itu merupakan malam ampunan dan dilipatgandakannya pahala. Selain itu apa sebenarnya makna malam seribu bulan tersebut?
Firman Allah Swt dalam Surat Al-Qadr: 1-5, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5).
Dikutip dari laman JATMAN pada Selasa (12/5/2020), penulis tafsir Al-Misbah Quraish Shihab punya pandangan menarik soal makna Lailatul Qadar. Menurutnya, yang dimaksud dengan kebaikan pada malam Lailatul Qadar itu adalah dikarenakan turunnya Alquran.
Baca Juga: Dari Rasulullah, Ini Amalan di Malam Lailatul Qadar
Turunnya Alquran membawa pancaran cahaya wahyu Ilahi yang memberi petunjuk bagi kebahagiaan umat manusia. Petunjuk ini lebih baik ketimbang seribu bulan dalam kegelapan syirik dan kebodohan (jahiliyah).
Jadi, menurut Quraish Shihab, makna seribu bulan itu cenderung mengacu pada arti banyak, tidak secara khusus mengacu pada angka di atas 999 dan di bawah 1001.
Oleh karena itu, malam Lailatul Qadar dapat dipahami pula sebagai malam ketika timbulnya kesadaran dalam hati manusia sebagai hasil dari ibadah dan pendekatan kepada Allah Swt selama bulan Ramadhan.
Baca Juga: Nuzulul Quran, Ini 6 Kewajiban Muslim terhadap Alquran
Kesadaran memang dapat muncul kapan saja, tapi pada malam Ramadhan, khususnya di malam-malam terakhir, kesempatan untuk meraih kesadaran jiwa sangatlah besar bagi yang sudah mengasahnya sejak awal Ramadhan. Mudah-mudahan, termasuk kita.
Follow Berita Okezone di Google News
(abp)








