Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonom Senior Ingatkan Pelatihan Prakerja Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 620 2227441 ekonom-senior-ingatkan-pelatihan-prakerja-harus-sesuai-kebutuhan-industri-wdng1eGR8d.jpg Kartu Pra-Kerja. (Foto:: Okezone.com)

JAKARTA - Program Kartu Pra-Kerja dinilai harus didesain sesuai dengan kebutuhan industri. Tujuannya supaya memaksimalkan peserta pelatihan Pra-Kerja bisa terserap dunia kerja nantinya.

“Harus ada kerjasama dengan dunia usaha. Peran Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan juga penting dalam menyukseskan program Kartu Pra-Kerja tersebut,” kata Ekonom Senior Raden Pardede, dalam keterangannya, Rabu (10/6/2020).

Pardede juga mengingatkan, bahwa program Kartu Pra-Kerja yang disusun pemerintah menyasar pada masyarakat kelas menengah.

Baca Juga: Sudah 3 Gelombang, Ternyata Kartu Pra Kerja Punya Banyak Kekurangan

“Targetnya adalah masyarakat menengah dengan pendidikan SMA, meski tidak tertutup kemungkinan lulusan SMP bisa mengikuti program ini. Bagi masyarakat berpendidikan tinggi sebaiknya tidak perlu mengikuti program ini karena bukan menjadi sasaran prioritas,” kata Pardede.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo menilai, pemerintah perlu melakukan kajian agar materi pelatihan yang diberikan dalam program Kartu Pra-Kerja tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan industri.

Pemerintah juga harus punya alasan yang kuat untuk menetapkan satu program pelatihan sebelum menjalankannya, termasuk penunjukan vendor serta nilai program penetapan .

“Hal ini penting karena saat ini banyak materi pelatihan yang gratis melalui berbagai platform sosial media. Karena itu riset sangat menentukan nilai lebih serta keberhasilan dari program KPra-Kerja,” kata Agus.

Agus berpendapat, program Kartu Pra-Kerja bisa disebut berhasil jika peserta program kartu prakerja bisa terakomodasi jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak memiliki kartu.

”Minimal dalam kurun waktu sekarang hingga 5 tahun ke depan atau ketika persoalan covid ini selesai banyak peserta program kartu pra kerja yang bisa terakomodasi untuk memenuhi kebutuhan SDM di industri,” kata Agus.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini