JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir serius dalam perampingan jumlah BUMN di Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, Erick akan memangkas jumlah BUMN menjadi 80 perusahaan dan nantinya tersisa hingga 70 perusahaan.
Saat ini Erick Thohir sudah menyusutkan jumlah perusahaan BUMN, dari 142 BUMN menjadi 107 BUMN.
Berikut fakta-faktanya, Jakarta, Minggu (14/6/2020)
1. Alasan Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana merampingkan lagi jumlah BUMN yang ada di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk efisiensi di tubuh Kementerian BUMN.
"Khususnya pada situasi pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat untuk melakukan restrukturisasi untuk memperkuat posisi BUMN baik posisi keuangan maupun posisi dalam industri. Dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa tinggal 107 BUMN. Ini akan kita turunkan terus kalau bisa ke angka 80," kata Erick.
2. Konsolidasi BUMN
Berkurangnya jumlah BUMN ini tidak lain karena lahirnya konsolidasi BUMN, di antaranya adalah sektor farmasi dan asuransi. Hingga saat ini Erick terus melakukan efisiensi di tubuh Kementerian BUMN.
3. Holding Farmasi
Untuk sektor farmasi, Erick Thohir berhasil membuat holding BUMN Farmasi. Adapun PT Bio Farma (Persero) menjadi induk perusahaan. Sementara anggota perusahaannya adalah PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk.
Selain untuk efisiensi, holding ini bertujuan memperkuat kamandirian industri dan meningkatkan ketersediaan produk kesehatan.
Follow Berita Okezone di Google News








