Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Karyawan Dufan Bikin Haru, Sempat Bertahan Jualan Keripik

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 20 620 2233621 curhat-karyawan-dufan-bikin-haru-sempat-bertahan-jualan-keripik-YHnVlOPyE7.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone/Dimas)

OBJEK wisata di DKI Jakarta dibuka membuat para karyawan lega. Banyak dari mereka yang bersyukur bisa kembali mencari nafkah di tengah pandemi Covid-19.

Seperti cerita dari para karyawan Dunia Fantasi di kawasan Ancol. Setelah dua bulan libur dan tak dapat gaji penuh, mereka kembali bernapas lega.

Risna (bukan nama asli), salah seorang petugas di unit wisata Dunia Fantasi. Dia mengaku bersyukur, sekaligus khawatir ketika tempat kerjanya kembali dibuka untuk umum.

"Senang tapi juga takut. Kami kan tidak tahu pengunjung datang dari mana saja, mereka sehat atau enggak. Di satu sisi, kami harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap Risna saat ditemui di tempat, Sabtu (20/6/2020).

Baca Juga: Baru Dibuka, Ibu Ini Pilih Liburan ke Dufan daripada ke Mal

dufan

Dilema yang dialami Risna sebetulnya telah dia rasakan sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Banyak pelaku wisata yang terpaksa gulung tikar, dan para pekerja di sektor ini pun harus dirumahkan.

Tak terkecuali Dufan. Risna mengatakan, kurang lebih 50% pekerja di tempatnya sudah di PHK.

"Sebagian ada yang di phk, alhamdulillah saya salah satu orang yang beruntung tetap bertahan. Lagi krisis ekonomi seperti ini, kami jadi serba salah. Mau menyalahkan pihak perusahaan juga tidak bijak, karena mereka sendiri juga tidak ada pemasukkan setelah ditutup," ungkap Risna.

Dilema yang dialami Risna sebetulnya telah dia rasakan sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Banyak pelaku wisata yang terpaksa gulung tikar, dan para pekerja di sektor ini pun harus dirumahkan.
Tak terkecuali Dufan. Risna mengatakan, kurang lebih 50% pekerja di tempatnya sudah di PHK.
"Sebagian ada yang di phk, alhamdulillah saya salah satu orang yang beruntung tetap bertahan. Lagi krisis ekonomi seperti ini, kami jadi serba salah. Mau menyalahkan pihak perusahaan juga tidak bijak, karena mereka sendiri juga tidak ada pemasukkan setelah ditutup," ungkap Risna.
Tak hanya itu, Risna yang bekerja satu tahun di Dufan itu menambahkan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini telah mengubah kebijakan perusahaan. Sebagian pegawai yang ditugaskan untuk menjaga area wisata, kini posisinya diubah seperti pekerja part time.
Artinya, gaji yang mereka terima kurang dari Upah Minimum Regional (UMR). Risna mendapat giliran 20 hari kerja dan perempuan manis ini mendapatkan upah per hari saja. Jika dihitung, kata Risna, sebulan bekerja dia akan mendapatkan gaji di bawah UMR. 
Pedihnya, di saat Dufan masih tutup, Risna sempat tidak mendapatkan gaji sama sekali. Begitu juga dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mestinya ia dapatkan. 
"Jangankan THR, gaji bulan lalu tidak ada. Tapi Alhamdulillah 2 bulan sebelumnya gaji masih turun," kata Risna.
Untuk mengakali kondisi ini, Risna pun memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan. Dia menjual keripik tahu dengan modal seadanya.
"Modalnya Rp5 ribu bisa bikin 2 bungkus keripik tahu dijual Rp6 ribu-Rp7 ribu. Dijual cuman dari mulut ke mulut saja," katanya.
Dari kreativitasnya itu, Risna masih merasa untung dan bisa bertahan hidup. Menurutnya, dengan berjualan keripik tahu ini keuntungannya lumayan buat menambah keperluan sehari-hari. 
"Alhamdulillah juga dapat bantuan sembako juga dari pemerintah," tandasnya.

Dilema yang dialami Risna sebetulnya telah dia rasakan sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Banyak pelaku wisata yang terpaksa gulung tikar, dan para pekerja di sektor ini pun harus dirumahkan.

Tak terkecuali Dufan. Risna mengatakan, kurang lebih 50% pekerja di tempatnya sudah di PHK.

"Sebagian ada yang di phk, alhamdulillah saya salah satu orang yang beruntung tetap bertahan. Lagi krisis ekonomi seperti ini, kami jadi serba salah. Mau menyalahkan pihak perusahaan juga tidak bijak, karena mereka sendiri juga tidak ada pemasukkan setelah ditutup," ungkap Risna.

Baca Juga: Curhat Pegawai Dufan Takut kena PHK, Senang Akhirnya Buka Kembali

Tak hanya itu, Risna yang bekerja satu tahun di Dufan itu menambahkan bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini telah mengubah kebijakan perusahaan. Sebagian pegawai yang ditugaskan untuk menjaga area wisata, kini posisinya diubah seperti pekerja part time.

Artinya, gaji yang mereka terima kurang dari Upah Minimum Regional (UMR). Risna mendapat giliran 20 hari kerja dan perempuan manis ini mendapatkan upah per hari saja. Jika dihitung, kata Risna, sebulan bekerja dia akan mendapatkan gaji di bawah UMR. 

Pedihnya, di saat Dufan masih tutup, Risna sempat tidak mendapatkan gaji sama sekali. Begitu juga dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang mestinya ia dapatkan. 

"Jangankan THR, gaji bulan lalu tidak ada. Tapi Alhamdulillah 2 bulan sebelumnya gaji masih turun," kata Risna.

Untuk mengakali kondisi ini, Risna pun memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan. Dia menjual keripik tahu dengan modal seadanya.

Baca Juga: Baru Dibuka, Ibu Ini Pilih Liburan ke Dufan daripada ke Mal

"Modalnya Rp5 ribu bisa bikin 2 bungkus keripik tahu dijual Rp6 ribu-Rp7 ribu. Dijual cuman dari mulut ke mulut saja," katanya.


Dari kreativitasnya itu, Risna masih merasa untung dan bisa bertahan hidup. Menurutnya, dengan berjualan keripik tahu ini keuntungannya lumayan buat menambah keperluan sehari-hari. 
"Alhamdulillah juga dapat bantuan sembako juga dari pemerintah," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini