Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Ditegur Hamilton karena Diam Saja saat Kasus Rasisme, Ricciardo: Kami Terlalu Naif

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 25 Juni 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 620 2236066 usai-ditegur-hamilton-karena-diam-saja-saat-kasus-rasisme-ricciardo-kami-terlalu-naif-zSm1WQfBOI.jpg Pembalap Tim McLaren, Daniel Ricciardo. (Foto: Twitter Ricciardo)

OXFORDSHIRE – Beberapa waktu yang lalu Lewis Hamilton sempat menegur Formula One (F1) dan seluruh pembalap dari kompetisi tersebut karena diam-diam saja saat ada kasus George Floyd. Hamilton merasa tak ada rasa simpatik dari para pembalap F1 ketika isu rasisme sedang hangat-hangatnya usai terbunuhnya Floyd yang merupakan orang kulit hitam oleh oknum polisi Amerika Serikat.

Hamilton merasa marah karena mentang-mentang tak ada pembalap berkulit hitam selain dirinya di F1, lantas ajang balapan tersebut berdiam diri saja dan tak mendukung aksi Black Lives Matter yang merupakan kampanye mendukung kaum kulit hitam. Setelah ditegur Hamilton, barulah beberapa pembalap akhirnya bersuara untuk mendukung gerakan Black Lives Matter, salah satunya adalah Daniel Ricciardo.

Baca Juga: Ikut Aksi Black Lives Matter, Lewis Hamilton: Perubahan Positif Segera Tiba

Lewis Hamilton

Ricciado pun merasa bersalah karena awalnya diam saja. Ricciardo menilai dirinya terlalu naif karena menganggap masalah tersebut bisa ia dukung dengan tidak bersikap rasis terhadap orang berkulit hitam.

Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut tidak cukup. Ricciardo baru sadar suara dari orang-orang seperti dirinya (yang terkenal) bisa sangat membantu gerakan anti rasisme. Ia pun kini senang karena banyak yang akhirnya terlibat untuk mendukung gerakan Black Lives Matter.

"Saya sudah belajar banyak (terkait masalah rasisme) dalam beberapa minggu terakhir. Saya sudah membaca, saya sudah menonton, dan itu telah membuka mata saya. Saya telah belajar bahwa hanya karena Anda tidak, atau menganggap diri Anda sendiri, seorang rasis atau orang yang berkonflik, itu tidak cukup. Anda harus bersuara, Anda harus mendidik diri Anda sendiri dan orang lain di sekitar Anda. Karena apa yang saya lakukan sebelumnya, yakni diam saja ternyata adalah bagian dari masalah sebenarnya,” ungkap Ricciardo, dilansir dari Crash, Kamis (25/6/2020).

“Saya telah menonton beberapa video, ada begitu banyak yang beredar di Twitter, di Instagram. Saya tidak tahu apakah itu bersalah atau, bagaimana bisa saya berpikir begitu naif terhadap semua yang terjadi? Masalah ini tidak terjadi dalam beberapa minggu terakhir, karena sudah terjadi selama berbulan-bulan, dan sudah bertahun-tahun,” tambahnya.

“Baik pada akhirnya saya pikir lebih banyak dunia yang terekspos dengan masalah itu. Memahami bahwa tidak apa-apa jika ingin bersuara berbicara, Anda perlu tahu bahwa Anda tidak akan dihakimi atau dikritik. Saya pikir jika semua pembalap yang bersuara, maka itu sangat kuat,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini