Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta 500 TKA Masuk Indonesia, Nomor 4 Dibutuhkan Perusahaan Konawe

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 27 620 2237241 fakta-fakta-500-tka-masuk-indonesia-nomor-4-dibutuhkan-perusahaan-konawe-C9YgJeOVue.jpg Karyawan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan bakal mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Konawe, Sulawesi Tenggara. Kedatangan TKA ini sempat ditunda karena adanya penolakan di daerah sekitar.

Namun, pemerintah tetap memberikan izin 500 TKA China untuk menggarap proyek smelter yang tengah dikerjakan di Konawe. TKA China akan masuk Indonesia pada sekitar bulan Juni atau Juli 2020.

Baca juga:  Revisi Aturan, Qatar Diminta Tingkatkan Perlindungan Pekerja RI

Berikut adalah fakta mengenai kedatangan TKA China yang dirangkum Okezone:

1.Sempat ditunda

Penundaan ini telah memperhatikan usulan dan aspirasi yang berkembang terkait rencana kedatangan 500 TKA China ke Konawe, Sulawesi Tenggara, khususnya pandangan Gubernur Sulawesi Tenggara dan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara yang telah disampaikan melalui surat resmi.

“Kita putuskan untuk menunda rencana kedatangan 500 TKA sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya kita akan terus berkoordinasi dengan Gubernur dan ketua DPRD Provinsi terkait hal tersebut,” kata Karo Humas Soes

Baca juga: Sebelum Bekerja ke Luar Negeri, Patuhi 7 Langkah Aman Ini

2. 500 TKA untuk Pembangunan Smelter

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi menjelaskan, rencana kehadiran 500 TKA China sekitar akhir Juni atau awal Juli adalah untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF dari China.

"Kita harus jujur bahwa dengan teknologi RKEF China mereka bisa bangun secara ekonomis, cepat, dan memiliki standar lingkungan yang baik. Teknologi ini juga menghasilkan produk hilirisasi nikel yang bisa bersaing di pasar internasional," kata Jodi.

3. Alasan pakai TKA China

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, TKA China itu diperlukan karena Indonesia belum siap menjalankan proyek ini sendirian. Salah satunya dalam membangun Industri lithium yang menjadi bahan baku baterai mobil listrik, menurutnya membutuhkan orang-orang dari China.

"Ya memang teknologinya dari dia (China), ya kita enggak bisa kita yang kerjakan semua. Tetap ada dia (China)," katanya.

4. Keahlian TKA Dibutuhkan

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah mengatakan, alasan pemerintah mengizinkan masuk TKA China ke daerah tersebut karena keahliannya dibutuhkan. Terutama dari perusahaan yang ada di Konawe.

"Keahliannya (TKA) dibutuhkan oleh perusahaan yang ada di Konawe," ujar Ida.

5. Transfer pengetahuan

Ida Fauziah mengatakan, alasan pemerintah mengizinkan TKA China masuk ke Konawe, Sulawesi Tenggara karena keahliannya dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu, nantinya akan ada tenaga kerja lokal yang mendampingi.

"Kita minta ada tenaga kerja lokal yang akan mendampingi mereka terjadi transfer of knowledge," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Pada akhirnya, lanjut Ida, ketika tenaga kerja lokal sudah memahami teknologinya maka operasional selanjutnya akan diserahkan ke tenaga kerja Indonesia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini