Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Heboh Virus Flu Babi G4, Mungkinkan Ada di Indonesia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 03 Juli 2020 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 03 620 2240665 china-heboh-virus-flu-babi-g4-mungkinkan-ada-di-indonesia-Jk2KEo4jud.jpg Kemenkes ingatkan adanya kemungkinan flu babi jenis baru di Indonesia (Foto : Farmjournal)

Dunia dikejutkan dengan munculnya virus flu babi strain baru yang dikenal dengan sebutan G4 EA H1N1. Virus ini diidentifikasi pertama kali di China. Sampai saat ini sudah 4,4% populasi di China terinfeksi virus flu babi jenis baru ini.

Virus baru tersebut hanya ada di babi. Karena itu, mereka yang memiliki kontak langsung dengan hewan berkaki empat ini diminta untuk ekstra waspada. Menjadi pertanyaan banyak orang ialah apakah virus ini bisa muncul di Indonesia?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam hal ini Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, jangan tunggu sampai virusnya datang, kita semua harus waspada.

Masyarakat mesti sadar bahwa virus ini ada di dalam tubuh babi, karena itu kemungkinan adanya virus G4 EA H1N1 di Indonesia itu ada. "Tapi, sampai saat ini belum ada laporan mengenai virus strain baru tersebut di Indonesia," katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (3/7/2020).

Flu Babi

Karena ada di dalam tubuh babi, Nadia mengimbau agar seluruh pengusaha peternakan babi atau peternak babi rumahan menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. "Kita harus mencegahnya sebelum ada korban. Ini yang terpenting," sambungnya.

Dengan begini, menjadi tugas besar bagi peternak babi rumahan untuk meningkatkan protokol kesehatannya. Sebut saja saat memberi pakan jangan pakai sendal jepit, harus pakai boots, sarung tangan, pakai masker, kalau bisa pakai jubah.

Baca Juga : Muncul Virus Flu Babi Baru Berpotensi Jadi Pandemi, Kemenkes: Surveilans Kami Jalankan

Bicara mengenai peternak babi rumahan, Nadia juga meminta apabila Anda mengalami masalah seperti demam, batuk, dan flu, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat.

"Dengan gejala tersebut, memudahkan fasilitas kesehatan mengidentifikasi penyakit apa yang menyerang tubuh Anda. Bisa saja itu G4 bukan Covid-19. Selain itu, dengan penanganan medis yang tepat dan cepat, ini akan memperkecil kemungkinan infeksi menyebar secara masif," tambah Nadia.

Sebelumnya, baik Kementan maupun Kemenkes belum menemukan potensi serangan flu babi galur (genetika) baru tersebut, baik pada hewan maupun potensi penularannya dari hewan ke manusia. "Kita belum ada laporan seperti itu," ucap Nadia.

Virus tersebut pada dasarnya merupakan "self limiting desease" atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dan sudah dinyatakan sebagai flu biasa di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksinnya pada hewan juga sudah ada. Kemudian vaksin pada manusia, kalau memang diperlukan.

Flu Babi

Sebenarnya (untuk pencegahan) standarnya sama, cuci tangan, melakukan praktik-praktik untuk pencegahan dan sebagainya. Jadi, sampai sekarang kuncinya adalah surveilans. Selama surveilans jalan, tidak terlalu jadi masalah. Karena sampai saat ini belum ada kasus.

Artinya, kita melihat kasus pada manusianya belum ada laporan. Tapi kasus pada hewannya juga kita tidak mendapat laporan dari Kementan," pungkas Nadia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini