Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sorry, Kalung Antivirus Corona Tidak Dijual

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 620 2242962 sorry-kalung-antivirus-corona-tidak-dijual-w1dXSNEaZE.jpg Kalung Antivirus Corona (Foto: Dok Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kalung antivirus corona (Covid-19) yang terbuat dari tanaman eucalyptus tidak dijual.

Kepala Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian Fadjry Djufry kembali meluruskan pemberitaan terkait inovasi berbasis eucalyptus yang banyak beredar.

“Kami tegaskan kembali, sebagai lembaga pemerintah tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas penjualan. Kami berinovasi sebagai kontribusi bagi negara ditengah pandemi. Latar belakangnya jelas, dengan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang luar biasa melimpah,” ujar Fadjry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Dirinya mengatakan agar masyarakat dapat menjangkau produk berbasis eucalyptus tersebut, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan mitra industri, agar produksi inovasi hasil dalam negeri tersebut dapat dilakukan secara massal.

Baca Juga: Kalung Antivirus Corona, Kementan: Ini Bukan Vaksin 

Keterlibatan industri diharapkan berdampak positif dalam mempercepat pemanfaatan produk tersebut, agar sampai di tangan masyarakat, mengingat Balitbangtan tidak boleh berbisnis sebagai lembaga riset.

“Prototype produk eucalyptus ini adalah hasil riset kolaborasi pusat penelitian dibawah litbangtan. Begitu juga lisensinya sudah dengan salah satu mitra industri. Soal harga mereka sendiri yang tentukan. Cost produksi kan sudah urusan mereka," tegas Fadjry.

Perihal penyebutan nilai produk yang dilansir media, menurutnya itu hanya preferensi harga yang diharapkan pihaknya." Kami ingin harganya nanti terjangkau. Tidak memberatkan beban masyarakat, sehingga manfaatnya dirasakan berbagai kalangan masyarakat," ujarnya.

Disamping itu, dia berharap kolaborasi yang dilakukan tersebut dapat mendorong kesejahteraan petani yang memproduksi bahan - bahan dasar dari produk inovasi berbasis eucalytus tersebut.

“Harapannya mitra kami ini dapat menyerap hasil petani kita. Seperti petani dari Lampung dan Medan yang sudah mengembangkan beberapa jenis eucalyptus. Uji efektivitas produk yang ada, harapannya mendorong agar produk ini segera produksi massal,” ungkap Fadjry.

Baca Juga: Kalung Antivirus Corona Diproduksi Bulan Depan, Minyak Roll On Atsiri Kapan? 

Menurut Fadjry, saat ini pihaknya tengah melanjutkan riset eukalyptus, dan akan dilanjutkan dengan uji klinis bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan universitas.

Dengan adanya kerjasama tersebut, menurut Fadjry, Kementan ingin memperkuat kolaborasi antar lembaga, agar nantinya hasil penelitian ini makin sempurna, dan makin bermanfaat.

“Jadi posisi kami sangat jelas, jangan ada yang salah persepsi, atau berpolemik lagi terkait ini, posisi kami Badan Litbang Pertanian di bawah Kementerian Pertanian adalah melakukan penelitian, serta uji laboratorium terhadap inovasi berbasis eucalyptus ini,” tandasnya.

(dni)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini