Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejar Surplus Beras 6 Juta Ton, Mentan Minta Musim Tanam Dipercepat

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 620 2245555 kejar-surplus-beras-6-juta-ton-mentan-minta-musim-tanam-dipercepat-7ziRAkj2O9.jpg Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone.com/Taufik Fajar)

JAKARTA - Kementerian Pertanian sedang mempercepat musim tanam kedua. Hal ini untuk menjaga pasokan makanan di Indonesia.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2020, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta kepada seluruh kepala dinas se-Indonesia untuk segera mempercepat musim tanam (MT) padi kedua di tahun 2020 setelah panen raya periode Maret-Mei 2020. Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.

 Baca juga: Menko Airlangga Rapatkan Barisan Bahas Pembukaan Sawah Baru di Kalteng

"Untuk pak Sekretaris Jenderal (Sekjen), kepala dinas sampai di daerah tolong musim tanam II ini dipercepat sehingga alam yang masih bersahabat dengan hujan, alam yang masih bersahabat dengan aliran-aliran irigasi di primer, sekunder, dan tersier masih terisi cukup kuat untuk bisa mengaliri air yang ada. Segera digunakan semaksimal mungkin untuk MT II," ujar Syahrul dalam sambutannya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Dengan percepatan tersebut, ia memprediksi nantinya di Desember 2020 Indonesia bisa panen lagi hingga memperoleh 15 juta ton beras. Ada sekitar 5,6 juta hektare (Ha) lahan sawah yang disiapkan untuk percepatan.

 Baca juga: Makin Mahal, Harga Daging Ayam dan Telur Kompak Naik

"Dengan percepatan musim tanam II ini diharapkan ada produksi beras dan kalau ini semua jalan dengan baik antara 12,5 juta sampai 15 juta ton pada akhir Desember 2020 diperkirakan ada stok (beras). Bahkan setelah kita makan kurang lebih 15 juta maka yang tersisa 6 juta ton lebih memasuki tahun 2021," tambahnya.

Syahrul menjelaskan, stok beras dalam negeri saat ini masih tersedia 7 juta ton. Dengan prediksi panen MT II tersebut, ketersediaan pangan dalam kondisi apapun dijamin aman. Dia pun meminta semua yang terlibat untuk bekerja sama mensukseskan program MT II.

"Bisakah ini hanya satu provinsi? Tidak bisa. Bisakah ini hanya satu kabupaten saja? Tidak bisa. Bisakah ini hanya Kementan? Tidak bisa. Pertanian itu adalah masalah bersama yang harus kita pegangan tangan mewujudkan, artinya pertanian membutuhkan kebersamaan yang ada. Di kita saat ini adalah semua memiliki cita-cita dan harapan yang sama bahwa MT II tidak boleh gagal sedikitpun," tandasnya.

 Baca juga: Ancaman Sektor Agribisnis dari Covid-19 hingga Krisis Pangan

Syahrul meminta seluruh anak buahnya untuk bersama-sama terlibat mensukseskan program ini. Ia mengingatkan bahwa tugasnya merupakan bentuk tujuan kemanusiaan untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

"Pak Dirjen, Kepala Badan, turun tangan lah. Bukan hanya kepentingan tugasmu, ini tugas bangsa ini. Tugas kemanusiaan, tugas nasionalisme. Kebetulan saja saya menterinya, kamu kepala-kepalanya. Tetapi dibalik itu adalah kamu Indonesia. Kamu harus siapkan ini apalagi situasi nasional dan dunia darurat," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini