Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok Desainer Jacquemus, Anak Petani di Balik Lahirnya Tas Super Mini yang Mendunia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 620 2250261 sosok-desainer-jacquemus-anak-petani-di-balik-lahirnya-tas-super-mini-yang-mendunia-nKAWeZ2Xxs.jpg Desainer Jacquemus (Foto : Purple)

Desainer Jacquemus kembali membuat kehebohan di tengah pandemi Covid-19. Dia baru saja menyelenggarakan perhelatan bertajuk 'L'Amour' yang dilangsungkan di tengah ladang gandum.

Runway yang diciptakan Jaquemus membelah ladang gandum, serupa dengan konsep fashion show tahun lalu saat desainer asal Perancis itu membelah ladang lavender nan indah. Koleksi 'microbag' yang selalu ditunggu fashionista pun hadir di koleksi Spring/Summer 2021 ini.

Jac

Terlepas dari itu, sosok Jacquemus yang sangat 'extraordinary' membuat siapa pun terkesima, termasuk Anda pastinya. Nah, di artikel ini Okezone coba merangkum profil Jacquemus. Penasaran?

Memiliki nama lengkap Simon Porte Jacquemus, ia lahir pada 16 Januari 1990. Desainer yang pernah di-drop out dari ESMOD karena bekerja di Comme de Garcons buktik itu dibesarkan di sebuah desa yang bernama Mallemort.

Jac

Ada salah satu unggahannya di Tumblr yang sangat ikonik, begini kalimatnya: 'Nama saya Simon Porte Jacquemus, saya menyukai biru dan putih, garis-garis, matahari, buah, kehidupan, puisi, Marseillem dan apapun tentang era 80-an."

Baca Juga : Heboh Klepon Tidak Islami, Pemilik Foto Angkat Bicara!

Jacquemus cukup terbuka mengenai keluarganya. Ia menceritakan mengenai kedua orangtuanya yang merupakan seorang petani. Ya, ibunya mengurus kebun wortel, sedangkan ayahnya jago mengelola bayam.

Meski hidup di tengah keluarga petani, sudah sedari kecil dirinya mencintai fashion. Menurut laman The Cut, Jacquemus kecil, saat itu berusia 8 tahun, sudah menyurati Jean Paul Gaultier agar menerimanya sebagai seorang stylist.

Mencintai fashion tak membuat dirinya lupa siapa kedua orangtuanya. Ya, di akhir pekan Jacquemus tetap membantu kedua orangtuanya dengan menjual sayur mayur di pinggir jalan. Dari hal itu, dia belajar banyak mengenai turis Paris.

Singkat cerita, pada 2008 Jacquemus pernah menghadiri Ecole Superieure des Arts et Techniques de la Mode, saat usianya kala itu 18 tahun. Dari situ ia belajar bahwa perempuan Parisian tidak begitu menikmati hidupnya.

Kehidupan Jacquemus berlanjut. Pada 2015, momen paling tak pernah ia lupakan terjadi. Ya, dirinya menyabet juara dua LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) 'Special Jury Prize'. Dengan memenangkan itu, dia berhak mendapatkan mentoring tentang bagaimana menciptakan brand fashion sendiri. Tidak hanya itu, dia pun mengantongi uang sebesar Rp2,5 miliar dari penghargaan tersebut.

Terkait dengan lahirnya 'tiny bag' yang kita tahu bernama Le Chiquito, Jacquemus menciptakan terlebih dulu La Bomba, topi super besar. Setelah menciptakan itu, banyak orang yang menyinggung 'keanehan' yang dimiliki Jacquemus.

Jaqquemus

Banyak orang yang menyarankan agar Jacquemus berhenti menciptakan sesuatu yang aneh dan coba membuat sesuatu yang 'realistis'. Tapi, hal itu tak dia gubris, dia tetap meluncurkan La Bomba.

Setelah itu, baru kemudian Le Chiquito, si tas super kecil, lahir. Tas tersebut langsung dilirik selebriti besar dunia, sebut saja Rihanna, Beyonce, atau Kim Kardashian.

Jacquemus semakin liar. Setelah Le Chiquito sukses di pasar dunia, dia melanjutkan membuat Le Petit Chiquito. Tidak berhenti di situ, dia pun kembali membuat sesuatu yang luar biasa, yaitu Le Micro Chiquito. So, apakah Anda termasuk penyuka koleksi Jacquemus?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini