Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Film Terbaik Adipati Dolken

Evan Oktavianus, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 620 2254784 5-film-terbaik-adipati-dolken-c8dHw927C6.jpg Poster Posesif, Adipati Dolken (Foto: Ist)

JAKARTA - Adipati Dolken menjadi salah satu aktor muda berbakat di Indonesia. Pasalnya, ia sudah memperoleh beberapa penghargaan seperti Piala Citra, Indonesian Choice Award, Indonesia KCA, dan Indonesia Movie Actors Award. Dengan hal itu, pastinya akting pria kelahiran Bandung, 19 Agustus 1991 ini tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, Adipati Dolken juga sudah memainkan peran di beberapa film besar. Apa saja itu?

Okezone merangkum 5 film terbaik Adipati Dolken, berikut daftarnya:

Baca Juga:

Adipati Dolken Mengaku Tak Sabar Ingin segera Menikah

Ditto Apresiasi Adegan Ranjang Adipati Dolken dan Mawar Eva De Jongh

1. Perahu Kertas (2012)

Perahu Kertas

Perahu Kertas menceritakan tentang kedua orang pasangan bernama Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kisah mereka berdua bermula ketika mereka berkuliah di Bandung. Kugy memiliki cita-cita untuk menjadi penulis dongeng, maka dari itu ia berkuliah di Fakultas Sastra. Kugy juga memiliki kebiasaan yang unik yakni suka untuk membuat perahu kertas yang kemudian dilarutkan di sungai.

Keenan merupakan seorang pelukis muda yang berbakat, dipaksa untuk masuk ke Fakultas Ekonomi oleh ayahnya. Bersama dengan sahabat Kugy sejak kecil, Noni (Sylvia Fully) dan pacarnya Eko (Fauzan Smith) yang juga sepupu Keenan, mereka berempat menjadi geng kompak.

Kugy dan Keenan yang awalnya hanya saling mengagumi melanjutkan hubungan mereka untuk saling mencintai. Tapi banyak hal yang membuat hubungan Kugy dan Keenan, hingga hubungan pertemanan geng mereka terpecah. Bagaimanakah kisah percintaan dan persahabatan mereka selanjutnya?

2. Sang Kiai (2013)

Sang Kiai

Berlatar belakang saat penjajahan Jepang. Ajaran yang ditanamkan Jepang dengan nama Ajaran Seikerei yang memerintah untuk bangsa Indonesia menyembah matahari, membuat para kaum Muslim di Indonesia memberontak.

KH Hasyim Asyari (Ikranagara) dicurigai atas pemberontakan tersebut yang membuat ia ditahan. Penahanan tersebut membuat santri Tebuireng yang dipimpin oleh KH Hasyim Asyari menjadi marah. Tidak hanya itu, santri di Jawa dan Madura juga ikut marah. Harun (Adipati Dolken) memimpin demo di depan pos Jepang. Hal itu membuat KH Hasyim Asyari dipindah tahanan ke pos Mojokerto.

Berbeda dengan Harun, KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) berusaha membebaskan para kiai dengan cara musyawarah. Dengan beberapa pembicaraan yang telah dibahas, akhirnya berakhir dengan para kiai yang menjadi boneka Jepang untuk lebih loyal kepada Jepang. Ditengah kesengsaraan mereka, apakah mereka bisa menemukan celah untuk kemerdekaan Indonesia?

3. Jenderal Soedirman (2015)

Jendral Soedirman

Bertemakan sejarah, film ini menceritakan perjuangan pahlawan nasional Jenderal Soedirman (Adipati Dolken) pada masa kolonial Belanda. Belanda saat itu menyatakan secara sepihak bahwa mereka sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan perhentian gencatan senjata.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor (Eric Van Loon) memimpin Agresi militer ke II yang menyerang Yogyakarta. Saat itu Yogyakarta menjadi ibukota negara Indonesia. Selain itu Soekarno (Baim Wong) dan Hatta (Nugie) ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang sedang sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya selama tujuh bulan.

Dengan perang tersebut, Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Namun, dari dalam hutan, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, bahkan kokoh berdiri bersama dengan tentara nasional yang kuat. Apakah Soedirman berhasil membuat Belanda mundur dari tanah tercinta Indonesia?

4. Posesif (2017)

Posesif

Menceritakan kehidupan Lala (Putri Marino) yang jungkir balik. Bukan karena ia merupakan seorang atlet loncat indah ataupun ayahnya yang melatihnya dengan keras, melainkan karena cinta pertamanya. Yudhis Ibrahim (Adipati Dolken) merupakan cinta pertama Lala.

Di tahun terakhir SMA mereka, Lala dibuat Yudhis untuk keluar dari rutinitas lamanya. Lala percaya bahwa cintanya kepada Yudhis membuat ia menjadi bebas, Yudhis juga berjanji untuk menghadirkan pelangi asalkan Lala berjanji untuk selalu bersama dengannya selamanya.

Namun perlahan Lala dan Yudhis menghadapi bahwa kisah cinta mereka juga bisa menghadirkan kegelapan. Cinta Yudhis yang awalnya tampak sederhana dan melindungi ternyata menjadi rumit dan berbahaya. Bagaimanakah kisah cinta mereka berlanjut?

5. Teman Tapi Menikah (2018)

Teman Tapi Menikah

Berdasarkan kisah cinta asli, film ini menceritakan pertemanan Ditto (Adipati Dolken) dengan Ayudia Bing Slamet (Vanesha Prescilla). Ternyata dibalik persahabatan mereka, Ditto telah lama menyukai Ayu yang menjadi artis di TV-nya sejak kecil.

Sayangnya, selama persahabatan mereka berjalan 11 tahun, Ditto tidak bisa keluar dari friendzone. Dengan kisah cinta Ayu yang selalu berliku-liki, Ditto harus bisa selalu di dekatnya sebagai tempat curhat.

Sampai pada akhirnya, Ditto ingin menyatakan perasaan cintanya kepada sahabatnya sendiri. Namun, sebelum Ditto menyatakan perasaannya, Ayu bercerita bahwa ia akan menikah dengan pacarnya. Hal itu membuat Ditto bimbang, apakah ia nekat untuk menyatakan perasaannya atau merelakan cinta pertamanya untuk menjadi sahabatnya saja?

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini