Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Sri Mulyani Kaget Pajak Minus dan APBN 2020 Meleset dari Target

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 620 2269400 5-fakta-sri-mulyani-kaget-pajak-minus-dan-apbn-2020-meleset-dari-target-D5qxHmVxP5.jpg Target APBN 2020 Meleset karena Covid-19. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Pandemi virus corona membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 meleset dari target. Bahkan seperti penerimaan negara telah minus 14,7%.

Hal ini tentu jadi perhatian pemerintah dan juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menteri Keuangan Sri Mulyani pun mengakui bahwa kinerja pemulihan ekonomi pada 2020 masih belum optimal.

Okezone merangkum fakta-fakta terkait melesetnya target APBN dan penerimaan pajak 2020 karena virus corona, Minggu (29/8/2020):

1. Penerimaan Pajak Minus

Kementerian Keuangan mencatat kinerja penerimaan pajak sampai Juli 2020 mencapai Rp711 triliun. Besaran tersebut terkontraksi 14,7% dibandingkan dengan Juli tahun lalu.

2. Sri Mulyani Kaget

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kontraksi tersebut lebih dalam dari yang diperkirakannya.

"Kalau kita lihat dari sisi growth penerimaan pajak adalah negatif 14,7%. Ini lebih dalam dari yang kami perkirakan. Ini yang perlu kami perhatikan dari faktor-faktor pajak tersebut," kata Sri Mulyani.

3. Tak Hanya Pajak, Asumsi Makro 2020 Juga Meleset dari Target

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat asumsi makro pada bulan Juli meleset dari target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi selama semester-I 2020 tercatat minus 1,26%. Angka ini merupakan akumulasi dari ekonomi kuartal I-2020 yang tumbuh 2,97% dan di kuartal II-2020 kontraksi 5,32%.

Kemudian untuk inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat 1,54% dan hingga year to date (ytd) atau hingga Juli 2020 tercatat 0,98%. Angka ini lebih rendah dari yang dipatok dalam APBN yakni 3,1%. 

4. Sri Mulyani Akui Kondisi Sekarang Berat

"Semuanya lebih rendah dari APBN awal dan inflasi lebih rendah dari APBN awal, diakui bahwa ini adalah suatu yang cukup berat," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa.

5. Realisasi Rupiah hingga ICP

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga Juli juga tercatat di level Rp 14.608, angka ini lebih tinggi dari yang dipatok dalam APBN di level Rp 14.400. Suku bunga SBN juga tercatat lebih tinggi dari APBN, yakni 3,29% hingga Juli 2020.

Sedangkan untuk harga minyak mentah Indonesia hingga Juli 220 USD 39,98 barel per day (bpd), lebih rendah dari target APBN yang mencapai USD 63 bpd. Lifting minyak juga tercatat sekitar 714 ribu bph dan lifting gas sekitar 987 ribu barel setara minyak per hari. Keduanya juga meleset dari target APBN. (fbn)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini