Share
Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hoax Prada MI Berujung Ratusan Prajurit Keluar Barak

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 620 2269828 hoax-prada-mi-berujung-ratusan-prajurit-keluar-barak-Ogqc7gqjM0.jpg Foto: Okezone/ Fahreza Rizky

JAKARTA – Aksi perusakan dan pembakaran Polsek Ciracas serta sejumlah fasilitas umum di Jakarta Timur, berawal dari oknum anggota TNI, Prada MI, yang mengalami kecelakaan tunggal namun mengaku dikeroyok.

(Baca juga: 2 Mobil Polisi Dibakar Ratusan OTK yang Menyerang Polsek Ciracas)

Akibatknya, sebanyak 100 orang yang diduga oknum TNI merangsek masuk ke Mapolsek Ciracas, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/8), mereka kemudian merusak Mapolsek Ciracas.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan bahwa dari pemeriksaan Handphone diketahui bahwa Prada MI telah mengajak rekannya sebanyak 27 orang.

Hal itu disampaikan Hadi dalam jumpa pers terkait penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (30/8/2020).

(Baca juga: Penyerangan Mapolsek Ciracas Diduga Berawal dari Berita Bohong)

Saat ini kata Hadi, Denpom TNI melakukan pengembangan terkait dengan pemeriksaan Handphone milik Prada MI tersebut. Nantinya ke-27 orang itu, kata Hadi, juga akan dilakukan pemeriksaan terkait dengan aksi tersebut.

"Kemudian dikembangkan lagi terkait handphone milik MI, dan ditemukan bahwa prajurit MI telah hubungi 27 rekannya," ujarnya.

(Baca juga: Sederet Fakta di Balik Pembakaran Polsek Ciracas yang Diduga Dilakukan TNI)

Secara paralel, Hadi menyebut, pihak Denpom telah mengantongi rekaman kamera pemantau atau CCTV. Hasil sementara diketahui ada dua orang mengendarai motor yang diduga melakukan perusakan Polsek Ciracas.

Hadi juga mengimbau agar jajaran TNI dan Polri tidak bersumbu pendek. Apalagi gampang terhasut dengan berita-berita yang kebenarannya masih sumir.

"Untuk itu saya ingin imbau dalam kesempatan siang ini bahwa agar seluruh masyarakat TNI-Polri tidak mudah terhasut apabila ada berita yang belum tentu kebenarannya seperti terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas yang akibatkan kerugian bagi masyarakat," tegas Hadi.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa memohon maaf atas insiden penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Ia mengakui bila sebagian besar pelaku merupakan prajurit angkatan darat.

“Kami mohon maaf atas insiden itu, banyak korban baik dari masyarakat dan polri. Kami pastikan, kami akan mengganti kerusakannya,” kata Andika di Mabes AD, Jakarta Pusat, Minggu (30/8).

Andika melanjutkan terhadap pihaknya telah membentuk tim khusus atau supervisi yang dipimpin langsung oleh Kapusten Polisi Militer, Letjen TNI Eddy Rate Muis. “Kami akan ungkap sejauh mana sampai semuanya terungkap,” tutup Andika.

(fmi)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini