Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kutip Isi Kitab, Wamenag Beberkan 6 Syarat Menuntut Ilmu di Depan Santri

Senin 31 Agustus 2020 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 620 2270099 kutip-isi-kitab-wamenag-beberkan-6-syarat-menuntut-ilmu-di-depan-santri-kPG5pvXvPK.jpg Wamenag Zainut Tauhid (Okezone.com/Arif)

TASIKMALAYA - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid bertemu tatap muka dengan para santri Pondok Pesantren Darul Ma'arif Ciamis dan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, dalam kunjungan kerja ke Jawa Barat. Ia mengingatkan kepada santri tentang pentingnya menuntut ilmu.

Di hadapan para santri Pondok Pesantren Cipasung asuhan KH A. Bunyamin Ruhiat, Minggu 30 Agustus kemarin, Wamenag mengingatkan enam syarat menuntut ilmu.

"Syarat yang termaktub dalam Kitab Ta'lim Muta'alim ini pasti sudah dihafal adik-adik. Nah bagaimana menerapkannya," ujar Wamenag seperti dikutip dari laman Kemenag, Senin (31/8/2020).

Baca juga: 539 Santri Pesantren Darussalam Banyuwangi Positif Covid-19 

"Bila ingin sukses menuntut ilmu, maka adik-adik harus memiliki enam hal ini," imbuh Wamenag usai mengajak para santri merapal syair tentang syarat menuntut ilmu dari Syayidina Ali bin Abi Thalib yang tercantum dalam kitab karya Syeikh Az-Zarnuji tersebut.

Wamenag yang hadir di pesantren Cipasung dengan didampingi Kakanwil Kemenag Jabar Adib ini pun menguraikan enam hal tersebut.

Pertama, kecerdasan. "Cerdas di sini, harus cerdas akalnya, cerdas emosionalnya, dan cerdas akhlak nya," tuturnya.

"Yang terpenting saat ini adalah cerdas akhlak nya. Karena walaupun dia cerdas akalnya tapi tidak baik secara akhlak nya, biasanya sulit untuk masuk ilmunya," sambungnya.

Kedua, kemauan yang kuat. Dengan kemauan yang kuat, tekad yang bulat, maka seseorang akan mampu mencapai tujuannya.

Ketiga, sabar. "Menuntut ilmu itu ya harus sabar. Adik-adik pun harus sabar selama belajar di pesantren ini," kata Wamenag.

Keempat, punya bekal. Bekal menurut Wamenag dibutuhkan untuk memperoleh pendidikan. Kelima, mencari guru yang pandai.

"Kecenderungannya anak-anak muda di luar, belajar tapi tidak punya guru. Belajar dari Kyai google. Mereka ini yang kemudian mengetahui tapi tidak dari sumber yang benar. Tidak ada dasar keilmuan, dan sanadnya terputus," kata Wamenag.

"Nah sementara adik-adik di sini beruntung sekali. Karena memiliki guru-guru yang sangat mumpuni, dan memiliki sanad yang terus bersambung denga sumber ilmunya," tuturnya.

Keenam, waktu yang panjang. " Menuntut ilmu itu tidak sebentar. Jadi bersabar, adik-adik harus belajar di pesantren ini dengan waktunya yang panjang. Jangan sedikit-dikit minta pulang," kata Wamenag.

Di akhir pertemuan, Wamenag juga mengingatkan para santri untuk mematuhi protokol kesehatan selama melakukan pembelajaran di masa Covid-19 ini. "Ingat untuk sering mencuci tangan, selalu gunakan masker, dan tetap menjaga jarak," pesannya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini