Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Platform Video Digital Jadi Penyebab Si Kecil Mengumpat? Ini Kata Psikolog Anak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 06 September 2020 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 06 620 2273391 platform-video-digital-jadi-penyebab-si-kecil-mengumpat-ini-kata-psikolog-anak-L8qiQnGYWK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu belakangan publik dihebohkan dengan polemik kata Anjay, lantaran Lutfi Agizal meminta dukungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar kata tersebut dilarang. Memang fenomena kata Anjay ini banyak terjadi di platform digital.

Modernisasi dan digitalisasi yang terjadi sekarang ini memberi kekhawatiran besar bagi sebagian orangtua, khususnya soal tumbuh kembang anak. Ketakutan itu salah satunya adalah anak bisa mengumpat karena tayangan yang disajikan content creator di platform video.

Jika membahas soal ini, apakah platform digital benar-benar memberi dampak buruk tersebut pada anak? Atau ada penyebab lain ketika anak sudah bisa mengeluarkan kata yang berkonotasi ke arah mengumpat?

Baca Juga: Pakar Linguistik Forensik Komentari 'Anjay' Lutfi Agizal: Tak Perlu Dirisaukan!

Menjawab hal tersebut, Okezone coba berdiskusi dengan Psikolog Anak Karina Istifarisny. Menurut dia, tidak semua penyebab anak mengumpat bersumber dari platform video digital. Sebab, tayangan yang disajikan di medium tersebut tidak selalu buruk, banyak juga konten positif yang bisa membantu pengembangan diri anak.

Tapi, tentu ada pengaruhnya dari sana, terlebih ketika orangtua tidak mengawasi tontonan yang dipilih si anak di platform digital tersebut. Lebih jauh lagi, sambung Karina, pada dasarnya anak itu meniru, baik dari temannya, orang dewasa di sekitar, terutama orangtua, atau tayangan yang dikhawatirkan ini.

"Perhatikan saja, anak-anak yang nonton kartun berbahasa Inggris, kadangkala dia dapat memahami satu dua kosa kata dalam bahasa Inggris tanpa perlu dipelajari. Karena ada pembelajaran yang terjadi di sana," jelas Karina melalui pesan singkat kepada Okezone.

Nah, terkait dengan penyebab atau biang keladi dari keresahan orangtua tentang anak bisa mengumpat, Karina menjabarkan ada beberapa hal. Pertama, memang bisa dari tontonan yang dipilih si anak, dari temannya, atau bahkan orang dewasa, terutama orangtuanya.

"Kalau memang penyebabnya tontonan yang dipilih si anak, maka orangtua harus memberikan penjelasan tentang baik dan buruknya. Kalau efek temannya, orangtua pun harus menjelaskan baik dan buruknya. Menjadi masalah besar ketika si anak mencontoh dari orangtua, itu berarti Anda harus mengubah perilaku," papar Karina.

Lebih lanjut, jika Anda ingin berbicara ke anak, Karina punya contoh yang bisa jadi referensi kita semua:

"Misal, ketika anak bicara kata yang kasar, kita sebagai orangtua langsung bertanya, 'Adik, dengar kata itu darimana? Enggak baik loh bicara seperti itu. Mama yang dengar jadi kesal' misalnya begitu. Kita beri tahu ke anak tentang perasaan kita saat mendengar dia bicara kasar," katanya.

"Kalau masih dilakukan juga, harus ngobrol lebih serius dengan anak untuk memberi tahu bahwa itu bukan hal yang baik untuk ditiru," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini