Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PSBB Jakarta Kembali Ketat, Pelaku Wisata Minta Pinjaman Lunak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 14 September 2020 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 620 2277672 psbb-jakarta-kembali-ketat-pelaku-wisata-minta-pinjaman-lunak-popbGq7pdn.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Rusmiati mengatakan bahwa Menparekraf Wishnutama juga telah meminta Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan keringangan, agar usaha pariwisata dan ekraf tetap berjalan selama PSBB total berlangsung.

"Sebelum kebijakan PSBB total ini muncul kembali, para pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata itu sudah menjalankan protokol kesehatan dengan sangat baik. Kami bahkan sudah mendapatkan apresiasi langsung dari Pemprov DKI Jakarta," ungkap Rusmiati.

Baca Juga: 10 Tempat Tersembunyi dengan Pemandangan Anti-Mainstream di Bali

Namun jika sektor ini akhirnya terpaksa ikut ditutup, Rusmiati meminta pemerintah untuk memberikan bantuan stimulus kepada para pelaku wisata yang selama ini menggantungkan hidupnya di dunia pariwisata.

"ASITA itu membernya kurang lebih 7.000 travel agent. Dan 90% di antaranya sudah tidak ada kegiatan sama sekali selama y bulan terakhir ini. Sekarang mau bergerak eh tiba-tiba adalagi. Bisa dibilang kami sudah hancur lebur. Apalagi selama ini, ASITA belum mendapat bantuan dari pemerintah," terang Rusmiati.

Padahal, ASITA merupakan salah satu asosiasi pariwisata di Indonesia yang menyumbang devisa terbanyak, dan gencar mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah internasional.

"Kalau kita promosi ke luar negeri seperti Eropa, Amerika, Australia, Jepang, dan Korea itu pakai uang sendiri. Sekarang kamu sudah tidak neko-neko, kalau bisa tolong kami diberi pinjaman lunak. Karena dari Februari sampai sekarang kami tidak dapat apa-apa," tutup Rusmiati.

Sekadar informasi, pada Rabu malam 9 September 2020 lalu, Gubernur Anies Baswedan telah memutuskan bahwa DKI Jakarta akan kembali menerapkan PSBB total yang diberlakukan pada Senin 14 September mendatang. Data terakhir yang berhasil dihimpun Okezone, kebijakan tersebut akan berlangsung selama dua pekan.

Selama PSBB total, Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa seluruh tempat hiburan dan objek wisata di ibu kota akan ditutup. Hal inilah yang kemudian memicu polemik di tengah pelaku wisata Tanah Air.

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini