Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Upacara Adat di Bali yang Jadi Daya Tarik Wisatawan

Ilham Rachmatullah, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 620 2278048 3-upacara-adat-di-bali-yang-jadi-daya-tarik-wisatawan-Hq4ivVzL7r.jpg Upacara Ngaben, Bali (Foto Info Budaya)

MASYARAKAT di Bali sangat menjaga adat dan istiadatnya. Berbagai macam tradisi masih bisa Okezoners jumpai ketika berkunjung ke Bali. Upacara adat warisan leluhur masih terus dilestarikan pada tiap momentum.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Bali yang Sering Jadi Lokasi Syuting Film

Adat, budaya dan kesenian Bali yang unik menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Wisatawan tersebut juga bisa melihat budaya Bali dari sisi lain.

Dilansir dari Go Travel Indonesia, Selasa (15/9/2020), berikut 3 upacara adat di Bali.

Upacara Ngaben

Okezoners pasti sudah pernah mendengar tentang upacara yang satu. Upacara ini sudah sangat terkenal di Bali. Ngaben merupakan salah satu upacara yag dilakukan oleh umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukan kepada leluhur).

Namun ternyata, tidak semua masyarakat Bali melaksanakannya juga, hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi yang berbeda setiap penduduknya. Tak bisa dipungkiri, biaya untuk melaksanakan upacara ini terbilang relatif tinggi.

Upacara Ngaben di Bali ternyata terbagi menjadi tiga jenis, yaitu Ngaben Sawa Wedana, Ngaben Asti Wedana, dan Swasta. Nah biasanya, upacara tersebut nantinya dilaksanakan dalam kurun waktu antara 3-7 hari.

ilustrasi

Upacara Ngaben (Dok Okezone)

Namun ada pula yang melaksanakan persiapan sampai sebulan lamanya, sehingga jenazah akan diawetkan sampai waktu pembakaran jenazah tiba. Untuk jenis upacara yang satu ini biasa disebut dengan Ngaben Sawa wedana.

Untuk upacara Ngaben Asti Wedana, memiliki cara yang berbeda dari sebelumnya. Upacara jenis ini diawali dengan mengubur jenazah terlebih dahulu, hingga nantinya yang akan dibakar hanya tinggal tulang saja. Pada pelaksanaan upacara ngaben jenis ini memang memerlukan waktu cukup lama. Hal ini bisa disebabkan karena keluarganya yang memiliki masalah tertentu seperti, aturan adat yang mengikat di desanya ataupun masalah biaya.

Nah, yang terakhir adalah upacara Swasta yang dikhususkan untuk orang yang meninggal saat di luar negeri atau bagi jasad yang sudah tidak bisa ditemukan.

Upacara Omed-Omedan

Upacara adat Bali yang satu ini biasanya berlangsung di kawasan Denpasar, Banjar Kaja, Sasetan, dan Bali.

Apabila Okezoners ingin menyaksikan tradisi ini secara langsung, maka berkiunjunglah ke Bali setelah Nyepi.

Prosesi upacara ini diawali dari proses persembahyangan secara masal yang dilaksanakan di Pura. Selanjutnya, dibentuklah dua kelompok pemuda maupun pemudi yang memiliki usia antara 18-30 tahun yang belum menikah, dua kelompok ini pun akan mulai berhadapan.

Setelah itu, biasanya akan terjadi siram-siraman air yang dilakukan oleh satu pemuda-pemudi yang maju. Dengan begitu, lalu mereka akan saling bertarung.

Kemudian selesai itu, kadang diakhiri dengan berciuman. Sangat unik ya Okezoners. Tradisi upacara ini konon telah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan masih terus bertahan hingga saat ini.

Upacara Ngoncang Guncang Singaraja

Upacara adat Bali ini merupakan tradisi atau budaya turun menurun untuk menumbuk padi pada lesung. Dalam pelaksanaannya, upacara ini dilakukan dengan berkelompok.

Biasanya satu kelompok terdiri atas enam sampai delapan orang. Lalu, orang-orang dalam kelompok tersebut harus melakukan Gerakan aktivitas seperti memukul alu ke dalam ketungan.

Dari aktivitas itulah muncul bunyi irama yang indah, karena saat memukul alu ini dilakukan secara bergantian dan sesuai aturan.

Upacara adat di Bali yang satu ini memiliki simbol keharmonisan dan kebersamaan antara manusia dan Tuhan. Manusia dengan sesamanya dan manusia dengan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan ajaran Hindu yaitu Tri Hita Karana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini