Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Desa di Labuan Bajo Siap Jadi Destinasi Wisata Baru NTT

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 620 2278914 10-desa-di-labuan-bajo-siap-jadi-destinasi-wisata-baru-ntt-DvHMb6OQAu.jpg Labuan Bajo, NTT (Okezone.com/Dani)

LABUAN Bajo di Nusa Tenggara Timur tak hanya menyuguhkan panorama alam yang memikat. Destinasi super premium ini juga memiliki potensi wisata lain yang sangat layak untuk dikembangkan. Salah satunya desa wisata.

Nah, selama pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilaporkan terus mendorong pembentukan dan pengembangan desa wisata di sejumlah daerah. Tak terkecuali Labuan Bajo

Baca juga:  5 Potret Liburan Seru Keanu Angelo Bersama Awkarin di Labuan Bajo

Hal tersebut sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa pengembangan desa wisata merupakan salah satu program prioritas yang dapat menyejahterakan desa-desa di Indonesia.

"Desa wisata menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata di DSP Labuan Bajo, kami fokus di 10 titik Desa Wisata,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (17/9/2020).

Lebih lanjut Hari menjelaskan, sampai saat ini pihaknya telah menggelar kegiatan pengembangan desa wisata di destinasi super prioritas Labuan Bajo dimulai pada Rabu 9 September hingga Jumat 11 September 2020 lalu. Adapun desa wisata yang dimaksud antara lain, Desa Wisata Warloka, Desa Wisata Nggorang, Desa Wisata Papagarang, dan Desa Wisata Komodo.

 

Hari menuturkan pengembangan desa wisata ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sapta pesona ke masyarakat desa wisata dan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa. Materi bimbingan teknis tersebut diberikan oleh beberapa perwakilan dari instansi terkait.

Di antaranya Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Shelliane Halia Ishak, Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Dwi Rudi Hartoyo, dan Tenaga Terampil Kantor Staf Presiden Alicia Shevanel.

Baca juga: Mau Liburan Aman dan Nyaman ke Labuan Bajo? Daftar Online Dulu

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan menambahkan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dari kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan yang berada di sekitar wilayah DSP.

"Kemenparekraf hadir di Desa Wisata DSP Labuan Bajo untuk memotivasi masyarakat. Pengembangan desa wisata dapat menjadi multiple effect pada peningkatan ekonomi masyarakat desa. Tentu harus dengan pengelolaan yang baik dan profesional, apapun bisa menjadi atraksi pariwisata tapi harus memenuhi unsur keseimbangan 4R (Raga, Rasa, Rasio, dan Ruh)," ujar Wawan.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan baik dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Agustinus Rinus. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kemenparekraf/Baparekraf serta kementerian dan lembaga terkait yang berupaya membantu mengembangkan desa-desa wisata di daerahnya.

“Kami berharap Desa Wisata di DSP Labuan Bajo ini menjadi destinasi penyangga yang bisa memberikan efek positif pada perekonomian masyarakat desa,” ucap Agustinus.

Adapun 10 titik desa tersebut tersebar di dua kabupaten penyangga DSP Labuan Bajo, yaitu tujuh desa di Manggarai Barat dan tiga desa di Ende.

Selanjutnya, Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II akan melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Desa Wisata di DSP Mandalika dan Likupang pada akhir September hingga Oktober 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini