Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ahli: Menakuti Masyarakat Tidak Efektif Naikan Minat Pakai Masker

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 620 2283044 ahli-menakuti-masyarakat-tidak-efektif-naikan-minat-pakai-masker-FZOE1Ytsua.jpg Patuhi protokol kesehatan kunci putus rantai penularan Covid-19 (Foto : Okezone)

Masalah yang dihadapi sekarang ini adalah kurangnya perhatian masyarakat terhadap pemakaian masker saat berada di luar rumah. Padahal, masalah ini memperburuk upaya menekan penyebaran virus corona yang sudah membunuh 9.977 orang Indonesia sampai 23 September 2020.

Tindakan tegas seperti pemberian sanksi denda pun rasanya belum membuat masyarakat sadar akan pentingnya pakai masker. Bahkan, Dokter Tirta menilai keputusan untuk memberikan denda pada orang yang tidak pakai masker hanya akan menciptakan kebiasaan baru yaitu pakai masker jika ada razia saja. Tidak benar-benar dipahami sebagai bentuk perlindungan diri dari bahaya wabah.

Masker

Lantas, upaya apa yang bisa dilakukan agar masyarakat sadar pentingnya penggunaan masker? Perlukah menakut-nakuti masyarakat agar rasa kepedulian pada diri sendiri muncul?

Baca Juga : Cantiknya Nia Ramadhani Pakai Gaun Kuning, Netizen: Mirip Bunda Rita Sugiarto

Diterangkan Julia Marcus, asisten profesor di Harvard Medical School yang berspesialisasi dalam pencegahan HIV, keliru ketika penentu keputusan menyadarkan pentingnya penggunaan dengan menakut-nakuti masyarakat.

"Saat kami memberi tahu orang-orang dengan kalimat 'Jika Anda tidak suka memakai masker, Anda akan tahu tidak enaknya menggunakan ventilator'. Pesan semacam ini tidak terlalu efektif," kata Marcus, menurut laporan Politico.

Buruknya, ketika orang yang tidak pakai masker tidak terpapar Covid-19 dan dia meyakinkan orang lain kalau efek buruk itu tidak nyata. "Ini juga yang membuat ajakan penggunaaan kondom tidak berhasil di masyarakat," sambungnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Marcus mengambil contoh dari video yang diproduksi Departemen Kesehatan California yang mengakui dan membahas secara langsung beberapa alasan orang tidak mau pakai masker. Sederhana sekali, di sana dijelaskan kalau ada yang ogah pakai masker karena pandangannya terganggu akibat kacamatanya berembun.

Dari fakta tersebut, pengambil keputusan semestinya coba menyelesaikan masalah kecil tersebut agar 'kena' ke masyarakat. Dengan begitu, upaya mengajak masyarakat secara serentak untuk pakai masker bisa tercipta.

Masker

Tidak hanya itu, konsep pikir masker Anda melindungi orang lain yang sejatinya sudah digaungkan pemerintah Indonesia adalah langkah tepat untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya penggunaan masker.

"Dari gagasan tersebut, Anda disadarkan bahwa sudah berbuat baik bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi orang lain di lingkungan Anda," ungkap Perry Halkitis, dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Rutgers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini