Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Dorong Pengembangan Desa Wisata di Ende NTT

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 620 2283457 pemerintah-dorong-pengembangan-desa-wisata-di-ende-ntt-lC8JxIbau8.JPG Pejabat Kemenparekraf dalam kunjungan kerja ke Ende, NTT (Foto: Kemenparekraf)

SELAMA pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendorong pembangunan desa wisata di sejumlah daerah di Tanah Air.

Hal ini sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa, pengembangan desa wisata merupakan salah satu program prioritas karena dinilai dapat menyejahterakan desa-desa di Indonesia.

Demi menyukseskan program tersebut, Kemenparekraf berkolaborasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar bimbingan teknis peningkatan kapasitas SDM Desa Wisata Pemo di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan berlangsung di Visitor Center Taman Nasional Kelimutu, Ende, NTT, Kamis 24 September 2020, dengan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Moni, Fransiskus Rodja, Kepala Sub Direktorat Pariwisata Kemendes PDTT, Enny Indarti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende, Albert Yani, penggiat pariwisata Desa Wisata Pentingsari, Doto Yogantoro serta Penggiat Ekonomi Kreatif Ende, Valentinus Reku.

Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan menjelaskan, pemerintah ingin agar Desa Wisata Pemo dapat mempersiapkan SDM sebagai salah satu faktor utama kesiapan menjadi desa wisata. Apalagi masing-masing desa memiliki potensi keindahan alam dan budaya sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Ende.

Tarian adat NTT

“Kami berkolaborasi dengan Kemendes PDTT untuk mengembangkan desa wisata dan masyarakatnya. Masing-masing desa memiliki daya tarik dan potensi wisata alam yang mengagumkan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (25/9/2020).

Sementara itu, Koordinator Area I Direktorat Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf, Eddy Susilo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa guna mensukseskan Desa Pemo sebagai desa wisata, masyarakat harus sepenuh hati serta saling bekerjasama guna dapat mensejahterakan Desa Pemo melalui Pariwisata.

“Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM Desa Wisata Pemo di Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo ini memang tidak dilaksanakan dalam waktu yang lama, namun kami berharap kegiatan kali ini dapat memotivasi masyarakat agar dapat memperoleh hidup yang sejahtera melalui pariwisata,” ungkap Eddy Susilo.

Masyarakat dikatakannya harus memiliki kesepahaman, pemikiran, serta kebersamaan dalam membangun pariwisata di Desa Pemo.

“Kami ingin memotivasi masyarakat sebagai pelaku wisata, karena nantinya masyarakat akan menjadi salah satu faktor penting dari desa wisata, maka masyarakat harus siap. Selain itu menerapkan protokol kesehatan di desa wisata menjadi hal yang penting di era kenormalan baru,” ujarnya.

Kepala Desa Pemo, Xaverius Pemo, menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini di desanya. Ia juga berharap dukungan lain dari pemerintah untuk dapat menunjang faktor pendukung perkembangan desa.

"Kami juga berharap dapat terus bekerjasama dengan pemerintah baik di kabupaten, provinsi serta pusat dalam mengembangkan desa kami, karena sebelumnya kami sudah berhasil melaksanakan kerjasama dengan Balai Taman Nasional Kelimutu untuk menciptakan atraksi penunjang Kelimutu, diantaranya Taman Edelweiss dan Taman Stroberi," kata dia.

Sebelumnya, kegiatan bimbingan teknis peningkatan SDM juga digelar di Desa Nduaria dan Desa Woloara. Sama seperti kegiatan yang berlangsung di Desa Nduaria dan Desa Woloara pada 22 dan 23 September kemarin, juga dilaksanakan kegiatan bersih-bersih sebagai aksi nyata dalam mempersiapkan Desa Pemo sebagai desa wisata.

Dalam kegiatan itu Kemenparekraf juga mendedikasikan perlengkapan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) berupa seperangkat alat kebersihan, signage (papan) sapta pesona serta wastafel yang diharapkan dapat menjadi penunjang Desa Pemo sebagai desa wisata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini