Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Negosiasi Kontrak Baru Rossi Memakan Waktu 6 Bulan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 620 2284368 negosiasi-kontrak-baru-rossi-memakan-waktu-6-bulan-Ohg97mCXOC.jpg Lin Jarvis bersama Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

BARCELONA – Direktur Pelaksana Tim Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, mengaku butuh enam bulan lamanya untuk menyelesaikan perpanjangan kontrak Valentino Rossi. Sebab, The Doctor bukan seorang pembalap biasa yang mau begitu saja memperpanjang kontrak dalam waktu singkat.

Seperti diberitakan, negosiasi kontrak baru Valentino Rossi dengan Yamaha MotoGP sudah mulai dibahas sejak Maret 2020. Sejak awal, Yamaha MotoGP sudah ingin menempatkan sang pembalap ke Tim Petronas Yamaha SRT. Sebab, posisinya di Tim Monster Energy Yamaha sudah diisi Fabio Quartararo.

Sebagai informasi, beberapa pabrikan seperti Yamaha, Honda, dan Ducati, memang memiliki tim satelit. Pembalap menjalin kontrak, tetapi pabrikan punya hak prerogatif untuk menempatkan mereka di tim yang mana sesuai kebutuhan.

Baca juga: Jarvis Yakin Penggemar Ikut Senang Rossi Resmi Gabung Petronas Yamaha

Valentino Rossi bersiap masuk lintasan (Foto: Yamaha MotoGP)

Selama enam bulan lamanya, negosiasi alot terjadi antara Yamaha MotoGP, Valentino Rossi, dan pihak Petronas Yamaha SRT. Lin Jarvis mengatakan, negosiasi cukup rumit karena melibatkan pabrikan asal Jepang, tim yang bermarkas di Malaysia, dan pembalap yang berkebangsaan Italia.

“Sangat senang kesepakatan akhirnya tercapai. Mungkin ini semua memakan waktu enam bulan. Sedikit lucu karena saya melihat kontrak baru, dan ukurannya sedikit kecil, karena ini hanya sebuah perpanjangan,” ujar Lin Jarvis, dikutip dari Motorsport, Minggu (27/9/2020).

“Namun, untuk tiba pada titik ini, membutuhkan enam bulan. Cukup rumit karena kami adalah perusahaan asal Jepang, tetapi menjalin kesepakatan bersama tim asal Malaysia, dan orang-orang Italia. Saya sendiri adalah orang Inggris,” imbuhnya.

Menurut kabar yang beredar, pangkal permasalahan ada pada jumlah kru yang akan dibawa Valentino Rossi ke Petronas Yamaha SRT. Tim asal Malaysia itu menginginkan jajaran krunya dipertahankan, sementara sang pembalap ingin membawa sejumlah personel kunci.

Lin Jarvis mengakui hal tersebut. Untuk mengikat seorang pembalap luar biasa seperti Valentino Rossi, dibutuhkan banyak faktor. Selain kepastian memberikan dukungan teknis, masih ada hal-hal kecil seperti image rights.

“Sebetulnya, kami tidak menemukan banyak kesulitan. Namun, segalanya menjadi rumit karena dia bukan seorang pembalap normal. Seorang pembalap normal bisa mencapai kesepakatan dengan cepat,” terang Lin Jarvis.

“Namun, ketika Anda memiliki seseorang seperti Valentino Rossi, Anda harus sangat teliti soal dukungan teknis, personel tim, image rights, dan nyaris semua aspek. Hal-hal ini butuh waktu kalau Anda ingin segalanya berlangsung dengan baik,” tutup pria berkebangsaan Inggris itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini