Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Misi Sulit Bangkitkan Bintan dari Mati Suri karena Pandemi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 28 September 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 620 2284874 misi-sulit-bangkitkan-bintan-dari-mati-suri-karena-pandemi-mGYzKsC7nV.jpg Pariwisata Bintan. (Foto: Kemenparekraf)

BINTAN menjadi kawasan wisata di Kepulauan Riau yang turut terdampak pandemi Covid-19. Terhitung sejak Maret lalu, banyak objek wisata hingga hotel dan resor terpaksa tutup.

Padahal, pertumbuhan pariwisata Bintan sedang menunjukkan tren positif. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata Indonesia yang cukup banyak berkontribusi menyumbang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Bintan memang berada di lokasi yang strategis, dan menjadi hub terdekat dari negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Akses transportasi menuju kawasan ini bahkan cenderung lebih mudah dijangkau oleh wisatawan mancanegara dibandingkan wisatawan domestik.

Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, pariwisata Bintan seolah mati suri. Banyak hotel yang tutup, tempat-tempat wisata yang sebelumnya ramai pun menjadi sepi.

Baca Juga: Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka 1 Oktober 2020

bintan

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Budi, di sela-sela rangkaian acara kampanye Indonesia Care di Lagoi, Bay, Bintan, pelan lalu. Kepada Okezone, Wan memaparkan kondisi pariwisata Bintan sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.

Menurut penjelasannya, pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan di Bintan tahun 2019 lalu, sebetulnya menunjukkan tren yang sangat positif.

"Tahun 2019, kunjungan wisatawan kita untuk di Bintan pertumbuhannya cukup luar biasa 25-30%. Total kunjungan wisman hampir mencapai 700 ribu. Mereka masuk lewat hub Singapura. Mayoritas berasal dari China, Taiwan, Australia, Malaysia, dan Singapura," ujarnya.

 

Sementara untuk wisatawan domestik, lanjut Wan Budi, jumlah kunjungan sempat menyentuh angka 500 ribu orang. Sehingga bila ditotalkan, sepanjang tahun 2019, Bintan telah menerima kunjungan wisatawan kurang lebih 1.2 juta orang.

Jumlah tersebut dinilai sangat luar biasa bagi perkembangan pariwisata Bintan. Bahkan, di tahun 2020 ini, Wan Budi berharap ada peningkatan hingga 1.4 juta - 1.5 juta kunjungan wisatawan.

Sayangnya, akibat pandemi Covid-19, harapan tersebut harus pupus di tengah jalan. Terlebih setelah ditetapkannya Permenkumham No.11 Tahun 2020 yang tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Kondisi pariwisata kami mengalami penurunan drastis. Termasuk untuk hunian (hotel dan resort) yang jauh berkurang hingga 70-80%," ungkap Wan Budi.

"Beberapa hotel juga melakukan penutupan dan memutuskan hubungan kerja dengan karyawan, meski jumlahnya tidak terlalu banyak sekitar 10-15% dari total karyawan hotel di Bintan yang dirumahkan. Di Lagoi saja ada 5.000 karyawan," timpalnya.

Baca Juga:  Sejuk dan Asri, Ini Sejumlah Tempat Wisata Kekinian di Medan

Wan pun berharap dengan diselenggarakannya Rapar Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Nasional (PEC-PEN), pemerintah pusat dapat merumuskan strategi untuk memulihkan kembali sektor pariwisata dalam negeri, termasuk di kawasan Bintan.

"Kami berharap aturan-aturan tentang pembatasan warga negara asing bisa dilonggarkan dan mereka bisa masuk kembali ke Bintan pada awal 2021 mendatang. Dan kondisi pariwisata kami di Bintan akan tumbuh kembali. Semoga presiden menyetujui untuk merestui agar Bintan menjadi destinasi yang terbuka kembali untuk wisman, tetapi khusus di kawasan Lagoi saja. Jadi terbatas, pandemi Covid-19 ini juga harus tetap diperhatikan dan dijaga," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini