Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Riset Potensi Gempa dan Tsunami 20 Meter Bukan untuk Menakuti Masyarakat

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 620 2286321 riset-potensi-gempa-dan-tsunami-20-meter-bukan-untuk-menakuti-masyarakat-6abjkhe11d.jpg ilustrasi: shutterstock

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro, menegaskan hasil riset peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pihak lainnya terkait potensi gempa besar dan tsunami setinggi 20 meter bukan ditujukan untuk menakut-nakuti masyarakat.

Adapun hasil riset tersebut berjudul "Implications for megathrust earthquakes and tsunamis from seismic gaps south of Jawa Indonesia" yang diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report. Riset itu melibatkan peneliti multidisiplin.

(Baca juga: Heboh Gempa Besar dan Tsunami 20 Meter, Ini Panduan Evakuasinya)

"Dari judulnya ini adalah suatu pembahasan secara scientific adanya gap (celah) di selatan pulau Jawa yang memang ada kemungkinan menimbulkan gempa dalam skala besar maupun tsunami yang mengikutinya," ucapnya saat jumpa pers secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Menurut Bambang, hasil riset tersebut telah dipublikasi pada 17 September 2020 dan hingga kini telah diakses oleh lebih dari 6.000 kali. Tingginya akses terhadap hasil riset itu menunjukkan bahwa banyak orang yang ingin tahu lebih dalam mengenai potensi gempa dan tsunami di selatan pulau Jawa.

(Baca juga: Gempa Besar dan Tsunami 20 Meter, BMKG: Berpotensi Hampir di Seluruh Indonesia)

Bambang mengakui hingga saat ini belum ada metode atau teori yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa atau tsunami. Dengan demikian hasil riset dari peneliti multidisiplin ini ditujukan agar masyarakat lebih waspada dan antisipatif terhadap kemungkinan bencana tersebut.

"Maksud kegiatan ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat dan saya minta kepada rekan-rekan media bisa menyampaikan ini secara proporsional agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan. Kita sebagai pemangku kepentingan harus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan di masyarakat dan mengedepankan usaha mitigasi atau meredam sebesar mungkin dampak bencana," tutur Bambang.

Sebagaimana diketahui, belakangan ini publik dihebohkan dengan hasil penelitian gempa besar dan potensi tsunami setinggi 20 meter di wilayah Pantai Selatan Jawa.

Peneliti dari ITB yang ikut dalam penelitian ini, Prof Sri Widiyantoro menyebut data ini didasarkan pada hasil pengolahan yang tercatat oleh stasiun pengamat BMKG dan data Global Positioning System (GPS) terkait potensi gempa megathrust berkekuatan besar yang bisa menimbulkan tsunami setinggi 20 meter.

Dari penelitian itu diperoleh indikasi zona dengan aktivitas kegempaan yang relatif rendah terhadap sekitarnya, yang disebut sebagai seismic gap, di selatan Pulau Jawa.

''Seismic gap ini berpotensi sebagai sumber gempa besar (megathrust) pada masa mendatang. Untuk menilai bahaya inundasi, pemodelan tsunami dilakukan berdasarkan beberapa skenario gempa besar di sepanjang segmen megathrust di selatan Pulau Jawa,'' tutur Profesor Sri Widiyantoro.

Sri Widiyantoro memaparkan skenario terburuk, yaitu jika segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan, menunjukkan bahwa tinggi tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, dengan tinggi maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa.

''Skenario terburuk, yaitu jika segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan, menunjukkan bahwa tinggi tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 m di selatan Jawa Timur,'' tegas Sri Widiyantoro.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini